PM Imran Khan: Pakistan Tak Toleransi Kekerasan Atas Nama Agama!

Rabu, 08 Desember 2021 - 03:07 WIB
loading...
A A A
“Sangat menyakitkan melihat apa yang dilakukan massa [kepada Kumara]. Tapi Adnan telah memulihkan kepercayaan kita pada kemanusiaan dan bangsa Pakistan," katanya.

"Pakistan membutuhkan panutan seperti Adnan yang akan dikenang sebagai satu-satunya orang yang menentang binatang.”

Adnan akan dianugerahi Tamgha-i-Shujaat (Medali Keberanian) pada 23 Maret 2022 mendatang, karena menunjukkan kepahlawanan yang teguh dalam menghadapi bahaya.

Pada hari Senin, kepemimpinan politik dan militer Pakistan memutuskan bahwa pemerintah akan meluncurkan strategi komprehensif untuk memberantas ekstremisme agama dan kewaspadaan serta memastikan hukuman yang tegas bagi mereka yang membunuh warga negara Sri Lanka itu.

Sebuah pernyataan bersama dari para cendekiawan Islam Pakistan menggambarkan serangan itu sebagai "tindakan tidak manusiawi" dan mengatakan bahwa "menuduh seseorang melakukan penistaan agama tanpa bukti tidak sesuai dengan Syariah".

Ketua Dewan Ideologi Islam Dr Qibla Ayaz menyebut insiden itu bertentangan dengan ajaran Alquran, Konstitusi serta hukum Pakistan. Dia mendesak tindakan hukum seketat mungkin.

Sementara itu, Komisaris Tinggi Sri Lanka Wijewickrama mengatakan insiden Sialkot itu "mengerikan" tetapi menambahkan bahwa pemerintahnya puas dengan tindakan cepat pemerintah Pakistan dan berharap keadilan akan ditegakkan. Dia mengatakan bahwa peristiwa yang tidak menguntungkan itu tidak akan mempengaruhi persahabatan Pakistan dan Sri Lanka yang telah berusia puluhan tahun.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Amuk Massa di Stadion...
Amuk Massa di Stadion Lukas Enembe Jayapura, Ini Pemicunya
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Prajurit Angkatan Laut...
Prajurit Angkatan Laut AS Tewas Ditembak Temannya di Kapal Induk USS John F Kennedy
Rekomendasi
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved