Ingin Sertifikat Vaksin tapi Ogah Disuntik, Pria Ini Pakai Lengan Palsu

Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:06 WIB
loading...
Ingin Sertifikat Vaksin...
Pria 50 tahun di Italia menginginkan sertifikat vaksin COVID-19 tapi ogah disuntik. Dia pun mencoba menipu tim medis dengan menggunakan lengan palsu silikon. Foto/Newsflash
A A A
ROMA - Seorang pria Italia menginginkan sertifikat vaksin COVID-19 tapi tidak bersedia disuntik. Dia pun mencoba menipu staf medis dengan menggunakan lengan palsu silikon.

Pria berusia 50 tahun itu menginginkan sertifikat vaksinasi agar memperoleh lebih banyak kebebasan termasuk akses ke bar, restoran, teater, dan tempat hiburan dalam ruangan lainnya.

Baca juga: NAAS, Partai Oposisi yang Ingin Bebaskan Arab Saudi dari Dinasti al-Saud

Aksi curangnya diketahui seorang perawat bermata jeli, Filippa Bua. Menurut Bua, pria separuh abad tersebut membuat janji untuk disuntik vaksin pada hari Kamis.

Bua menyadari ada sesuatu yang aneh tentang lengan pria tersebut, di mana warna kulit di atasnya jauh lebih terang dibandingkan dengan tangan atau wajahnya.

Bua melihat lebih dekat pada lengan palsu dan menyadari itu terbuat dari silikon, namun dia tidak mencurigai adanya motif jahat pada tahap itu.

"Saya pertama kali merasa kasihan pada pria itu, berpikir bahwa dia memiliki prostesis dan bertanya-tanya apakah saya telah memaksanya untuk memberi saya lengan yang salah," katanya kepada CNN yang dilansir Sabtu (4/12/2021).

"Tapi kemudian dia mengakui dia memakai lengan palsu dengan sengaja untuk menghindari vaksin."

Bua telah menjadi perawat selama hampir 35 tahun dan sejak pandemi dimulai telah memberikan ribuan vaksin dan mengatakan tipu daya pria itu menyebabkan berbagai emosi.

“Awalnya saya terkejut, lalu saya marah, saya merasa tersinggung secara profesional, dia tidak menghormati kecerdasan dan profesi kami,” katanya.

“Saya tidak akan pernah mengharapkan hal seperti itu dalam hidup saya.”

Baca juga: Brutal, Massa Buruh Bakar Hidup-hidup Manajer Pabrik karena Turunkan Poster Ayat Alquran

Pemerintah regional Piedmont di Italia utara, tempat pria itu tinggal, menggambarkan tindakannya sebagai salah satu "gravitasi yang sangat besar" dan tidak dapat diterima mengingat pengorbanan besar yang telah dipaksakan oleh masyarakat.

Presiden pemerintah daerah Piedmont, Alberto Cirio, menambahkan bahwa insiden itu merupakan pelanggaran terhadap sistem kesehatan kawasan, terutama karena daerah tersebut adalah salah satu dari sedikit tempat di Eropa yang mempertahankan tingkat infeksi COVID-19 di bawah 1 persen.

Sebuah pengaduan telah diajukan ke kantor kejaksaan setempat tentang insiden tersebut. Namun, belum diketahui apakah pria tersebut diproses hukum atau tidak.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
5 Alasan Italia Menjual...
5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang akan Diterima Indonesia
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved