Abraham Lincoln, Presiden AS yang Hapuskan Perbudakan
Sabtu, 04 Desember 2021 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Lincoln Runtuhkan Perbudakan
Ratusan tahun berjalan, praktik perbudakan akhirnya dihapuskan Abraham Lincoln. Ia merupakan Presiden AS ke-16 yang lahir pada 1809 di Kentucky.
Mengutip buku yang diproduksi Pemerintah AS bertajuk Abraham Lincoln: A Legacy of Freedom, isu perbudakan kembali menyeruak dan memanas di tahun 1850-an. Kala itu Lincoln berdiri paling depan untuk melawan hal tersebut.
Lincoln selalu menyuarakan prinsip ‘free labor’. Artinya, seorang pekerja terutama pria bisa bekerja sesuai yang ia inginkan.
Pekerja bisa dengan bebas mengumpulkan pundi-pundi uang dengan caranya sendiri, sesuai kemampuan dan bakatnya. Di tahun 1854, Lincoln menulis pernyataan yang menekankan tidak ada perbedaan atau kelas antara para pekerja.
Masyarakat harus terlihat setara. Ia tidak setuju adanya perluasan perbudakan ke wilayah barat. Kritik keras pun ia lontarkan.
Sebelumnya, pada 1852, Lincoln sudah mulai mengembangkan ide anti perbudakannya. Menurut artikel karya John A Jaso berjudul “Abraham Lincoln: Hero to the Slaves?” ide anti perbudakan yang dikemukakan Lincoln bukan berarti sebuah ideologi.
Ratusan tahun berjalan, praktik perbudakan akhirnya dihapuskan Abraham Lincoln. Ia merupakan Presiden AS ke-16 yang lahir pada 1809 di Kentucky.
Mengutip buku yang diproduksi Pemerintah AS bertajuk Abraham Lincoln: A Legacy of Freedom, isu perbudakan kembali menyeruak dan memanas di tahun 1850-an. Kala itu Lincoln berdiri paling depan untuk melawan hal tersebut.
Lincoln selalu menyuarakan prinsip ‘free labor’. Artinya, seorang pekerja terutama pria bisa bekerja sesuai yang ia inginkan.
Pekerja bisa dengan bebas mengumpulkan pundi-pundi uang dengan caranya sendiri, sesuai kemampuan dan bakatnya. Di tahun 1854, Lincoln menulis pernyataan yang menekankan tidak ada perbedaan atau kelas antara para pekerja.
Masyarakat harus terlihat setara. Ia tidak setuju adanya perluasan perbudakan ke wilayah barat. Kritik keras pun ia lontarkan.
Sebelumnya, pada 1852, Lincoln sudah mulai mengembangkan ide anti perbudakannya. Menurut artikel karya John A Jaso berjudul “Abraham Lincoln: Hero to the Slaves?” ide anti perbudakan yang dikemukakan Lincoln bukan berarti sebuah ideologi.
Lihat Juga :