Gabungan 4.000 Pangeran, Kekayaan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Kalahkan Orang Terkaya Sejagat
Jum'at, 03 Desember 2021 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul spekulasi bahwa penguasa de facto kerajaan adalah putranya; Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pangeran Mohammed diangkat sebagai Putra Mahkota pada tahun 2017, dan telah mempelopori sejumlah reformasi, termasuk perubahan undang-undang baru-baru ini untuk mengizinkan perempuan mengemudi.
Pangeran Mohammed bin Salman yang populer dengan sebutan MBS juga membatasi kekuatan polisi agama dan meningkatkan akses perempuan ke arena budaya negara, termasuk konser dan pertandingan sepak bola.
Namun, Mohammed bin Salman juga telah dikritik karena tindakan keras terhadap protes hak asasi manusia, dan peningkatan kebijakan luar negeri yang agresif yang membuat Arab Saudi campur tangan dalam konflik sipil Yaman, dengan konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan.
Sejak 2017, dia juga telah menabur perpecahan dalam keluarga kerajaan, termasuk "operasi pembersihan" yang melibatkan penyitaan aset dari ratusan anggota keluarga kerajaan atas nama operasi anti-korupsi. Dia juga "menyingkirkan" para bangsawan senior yang diyakini menentang kekuasaannya.
Pembunuhan terhadap jurnalis pembangkang Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul beberapa tahun lalu juga mencoreng citra reformis Pangeran Mohammed, meskipun dia telah membantah keterlibatan apa pun.
Lima orang dijatuhi hukuman mati atas kematian jurnalis tersebut, tetapi dibebaskan setelah keluarga Khashoggi "memaafkan" mereka.
Pangeran Mohammed bin Salman yang populer dengan sebutan MBS juga membatasi kekuatan polisi agama dan meningkatkan akses perempuan ke arena budaya negara, termasuk konser dan pertandingan sepak bola.
Namun, Mohammed bin Salman juga telah dikritik karena tindakan keras terhadap protes hak asasi manusia, dan peningkatan kebijakan luar negeri yang agresif yang membuat Arab Saudi campur tangan dalam konflik sipil Yaman, dengan konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan.
Sejak 2017, dia juga telah menabur perpecahan dalam keluarga kerajaan, termasuk "operasi pembersihan" yang melibatkan penyitaan aset dari ratusan anggota keluarga kerajaan atas nama operasi anti-korupsi. Dia juga "menyingkirkan" para bangsawan senior yang diyakini menentang kekuasaannya.
Pembunuhan terhadap jurnalis pembangkang Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul beberapa tahun lalu juga mencoreng citra reformis Pangeran Mohammed, meskipun dia telah membantah keterlibatan apa pun.
Lima orang dijatuhi hukuman mati atas kematian jurnalis tersebut, tetapi dibebaskan setelah keluarga Khashoggi "memaafkan" mereka.
(min)
Lihat Juga :