Lukashenko Minta Rusia Kerahkan Senjata Nuklir ke Belarusia
Rabu, 01 Desember 2021 - 02:12 WIB
loading...
A
A
A
Bagaimanapun Lukashenko tidak merinci jenis sistem yang ingin digunakan, dan mengklaim bahwa ini akan "disepakati" oleh kedua belah pihak.
Pernyataan mengejutkan dari pemimpin Belarusia ini datang setelah kepala NATO, Jens Stoltenberg, menyatakan keprihatinan awal bulan ini bahwa pemerintah baru Jerman dapat menolak untuk membeli armada pesawat baru yang mampu meluncurkan senjata nuklir begitu Kanselir Angela Merkel meninggalkan posnya.
"Nuklir NATO memberikan sekutu Eropa dengan payung nuklir yang efektif. Ini, tentu saja, juga termasuk Sekutu timur kita dan mereka merupakan sinyal penting persatuan Sekutu melawan musuh bersenjata nuklir,” ucapnya.
Kepala blok militer pimpinan AS itu mengatakan bahwa rencana pengiriman persenjataan diperlukan karena dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.
Baca juga: Dua Warga Rusia di Polandia Dituduh Mengatur Rute Migrasi Ilegal
Proposal Stoltenberg memicu kemarahan di Kremlin, dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyatakan bahwa pernyataan kepala NATO mengancam perjanjian damai yang ditandatangani antara kedua pihak. The Founding Act on Mutual Relations, Cooperation and Security, ditandatangani antara Rusia dan blok pimpinan AS itu pada Mei 1997. Berdasarkan perjanjian tersebut, Moskow dan NATO tidak menganggap satu sama lain sebagai lawan. Dokumen tersebut secara terpisah berjanji untuk tidak menempatkan senjata nuklir di wilayah anggota baru blok tersebut sejak tanggal tersebut dan seterusnya.
Pernyataan mengejutkan dari pemimpin Belarusia ini datang setelah kepala NATO, Jens Stoltenberg, menyatakan keprihatinan awal bulan ini bahwa pemerintah baru Jerman dapat menolak untuk membeli armada pesawat baru yang mampu meluncurkan senjata nuklir begitu Kanselir Angela Merkel meninggalkan posnya.
"Nuklir NATO memberikan sekutu Eropa dengan payung nuklir yang efektif. Ini, tentu saja, juga termasuk Sekutu timur kita dan mereka merupakan sinyal penting persatuan Sekutu melawan musuh bersenjata nuklir,” ucapnya.
Kepala blok militer pimpinan AS itu mengatakan bahwa rencana pengiriman persenjataan diperlukan karena dugaan ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.
Baca juga: Dua Warga Rusia di Polandia Dituduh Mengatur Rute Migrasi Ilegal
Proposal Stoltenberg memicu kemarahan di Kremlin, dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko menyatakan bahwa pernyataan kepala NATO mengancam perjanjian damai yang ditandatangani antara kedua pihak. The Founding Act on Mutual Relations, Cooperation and Security, ditandatangani antara Rusia dan blok pimpinan AS itu pada Mei 1997. Berdasarkan perjanjian tersebut, Moskow dan NATO tidak menganggap satu sama lain sebagai lawan. Dokumen tersebut secara terpisah berjanji untuk tidak menempatkan senjata nuklir di wilayah anggota baru blok tersebut sejak tanggal tersebut dan seterusnya.
Lihat Juga :