Lawan China, AS Perluas Pangkalan Militer di Guam dan Australia
Selasa, 30 November 2021 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
"Selain itu, ini memperkuat pencegah tempur yang kredibel terhadap agresi Rusia di Eropa dan memungkinkan pasukan NATO untuk beroperasi lebih efektif,” katanya.
Timur Tengah, di sisi lain, tetap menjadi area perubahan bagi Pentagon setelah perang panjang di Irak dan Afghanistan.
“Kami memiliki tanggung jawab global dan harus memastikan kesiapan dan modernisasi pasukan kami,” kata Karlin.
“Pertimbangan ini mengharuskan kami untuk membuat perubahan berkelanjutan pada postur Timur Tengah kami, tetapi kami selalu memiliki kemampuan untuk mengerahkan pasukan dengan cepat ke kawasan berdasarkan lingkungan ancaman," paparnya.
Baca juga: Video Bocor Tunjukkan Jet Siluman F-35 Inggris Tak Berdaya Terbang dan Jatuh ke Laut
Berbicara secara terpisah, seorang pejabat senior Pentagon yang menolak disebutkan namanya meremehkan gagasan tentang perubahan radikal.
“Pada tahun pertama pemerintahan, ini bukan saatnya kami mengembangkan perubahan tingkat strategis besar pada postur kami,” kata pejabat itu.
Namun, kata pejabat itu, tim Biden merasa peninjauan itu diperlukan setelah pendekatan mengganggu pendahulunya Donald Trump, yang mengubah komitmen AS secara tiba-tiba.
Timur Tengah, di sisi lain, tetap menjadi area perubahan bagi Pentagon setelah perang panjang di Irak dan Afghanistan.
“Kami memiliki tanggung jawab global dan harus memastikan kesiapan dan modernisasi pasukan kami,” kata Karlin.
“Pertimbangan ini mengharuskan kami untuk membuat perubahan berkelanjutan pada postur Timur Tengah kami, tetapi kami selalu memiliki kemampuan untuk mengerahkan pasukan dengan cepat ke kawasan berdasarkan lingkungan ancaman," paparnya.
Baca juga: Video Bocor Tunjukkan Jet Siluman F-35 Inggris Tak Berdaya Terbang dan Jatuh ke Laut
Berbicara secara terpisah, seorang pejabat senior Pentagon yang menolak disebutkan namanya meremehkan gagasan tentang perubahan radikal.
“Pada tahun pertama pemerintahan, ini bukan saatnya kami mengembangkan perubahan tingkat strategis besar pada postur kami,” kata pejabat itu.
Namun, kata pejabat itu, tim Biden merasa peninjauan itu diperlukan setelah pendekatan mengganggu pendahulunya Donald Trump, yang mengubah komitmen AS secara tiba-tiba.
Lihat Juga :