Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Lebih Cepat Menular
Sabtu, 27 November 2021 - 14:01 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) telah mengetahui keberadaan B.1.1.529, varian baru virus SARS-CoV pada Rabu (24/11/2021), ketika pejabat Afrika Selatan melaporkannya ke WHO. Dan, hanya butuh dua hari bagi WHO untuk meningkatkan profil dan statusnya secara substansial.
Menurut WHO, dalam beberapa minggu terakhir, infeksi telah meningkat tajam, bertepatan dengan deteksi varian B.1.1.529. Infeksi B.1.1.529 terkonfirmasi pertama yang diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021.
Baca: WHO Minta Dunia Waspadai Omicron, Varian Baru Covid-19 Asal Afrika
WHO juga sudah memberi label varian baru ini dengan nama Omicron dan menetapkannya sebagai "varian perhatian". “Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan varian lainnya”, kata pernyataan WHO, Jumat (26/11/2021), seperti dikutip dari NBC New York.
"Varian (ini) telah terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan infeksi sebelumnya, menunjukkan bahwa varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan," lanjut pernyataan tersebut.
Menurut WHO, dalam beberapa minggu terakhir, infeksi telah meningkat tajam, bertepatan dengan deteksi varian B.1.1.529. Infeksi B.1.1.529 terkonfirmasi pertama yang diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021.
Baca: WHO Minta Dunia Waspadai Omicron, Varian Baru Covid-19 Asal Afrika
WHO juga sudah memberi label varian baru ini dengan nama Omicron dan menetapkannya sebagai "varian perhatian". “Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan varian lainnya”, kata pernyataan WHO, Jumat (26/11/2021), seperti dikutip dari NBC New York.
"Varian (ini) telah terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan infeksi sebelumnya, menunjukkan bahwa varian ini mungkin memiliki keunggulan pertumbuhan," lanjut pernyataan tersebut.
Lihat Juga :