Taliban kepada TV Afghanistan: Hentikan Sinema yang Tampilkan Aktris Wanita!

Senin, 22 November 2021 - 10:57 WIB
loading...
Taliban kepada TV Afghanistan:...
Jurnalis perempuan Afghanistan saat mewawancarai juru bicara Taliban, Mawlawi Abdulhaq Hemad. Otoritas Taliban memerintahkan TV untuk berhenti menayangkan sinema dengan aktris wanita. Foto/TOLO News
A A A
KABUL - Otoritas Taliban pada hari Minggu memerintahkan saluran televisi (TV) Afghanistan untuk berhenti menayangkan senema dan drama yang menampilkan aktris wanita. Perintah ini muncul dalam pengumuman "pedoman agama" terbaru.

Pedoman tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Afghanistan bentukan Taliban. Otoritas penguasa Afghanistan itu juga meminta para jurnalis televisi perempuan untuk mengenakan jilbab Islami saat mempresentasikan laporan mereka.

Baca juga: Skandal Seks Miliarder Michael Goguen dengan 5.000 Wanita Guncang AS

Lebih lanjut, kementerian tersebut meminta saluran televisi untuk tidak menayangkan film atau program yang menampilkan gambar Nabi Muhammad atau tokoh lain yang dihormati.

Film atau program yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan Afghanistan juga dilarang diputar.

"Ini bukan aturan tapi pedoman agama," kata juru bicara kementerian, Hakif Mohajir, kepada AFP, Senin (22/11/2021).

Arahan baru itu beredar luas pada Minggu malam di jaringan media sosial.

Meskipun bersikeras mereka akan memerintah lebih moderat setelah mengambil alih kekuasaan sejak Agustus lalu, Taliban telah memperkenalkan aturan untuk apa yang wanita bisa pakai di universitas, dan memukuli dan melecehkan beberapa wartawan Afghanistan meskipun berjanji untuk menegakkan kebebasan pers.

Pedoman Taliban untuk jaringan televisi muncul setelah dua dekade pertumbuhan eksplosif untuk media independen Afghanistan di bawah pemerintah yang didukung Barat yang memerintah negara itu hingga 15 Agustus 2021.

Puluhan saluran televisi dan stasiun radio didirikan dengan bantuan Barat dan investasi swasta segera setelah Taliban digulingkan pada tahun 2001.

Baca juga: Jenderal Amerika: AS Tertinggal dari China dan Rusia soal Rudal Hipersonik

Selama 20 tahun terakhir, saluran televisi Afghanistan menawarkan berbagai program, mulai dari kompetisi menyanyi ala "American Idol" hingga video musik, bersama dengan beberapa opera sabun Turki dan India.

Ketika Taliban memerintah dari tahun 1996 hingga 2001, tidak ada media Afghanistan untuk dibicarakan. Mereka melarang televisi, film, dan sebagian besar bentuk hiburan lainnya, menganggapnya tidak bermoral.

Orang-orang yang tertangkap menonton televisi pada era itu menghadapi hukuman, termasuk alat-alat mereka dihancurkan. Kepemilikan pemutar video dapat menyebabkan hukuman cambukan di depan publik.

Hanya ada satu stasiun radio, Voice of Sharia, yang menyiarkan propaganda dan program-program Islam.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Tom Holland Akhirnya...
Tom Holland Akhirnya Buka Suara, Akui Sudah Menikah dengan Zendaya
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Trump Kecam Wasit Brasil...
Trump Kecam Wasit Brasil karena Beri Kartu Merah Folarin Balogun: Mengerikan!
Rekomendasi
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved