Jenderal Amerika: AS Tertinggal dari China dan Rusia soal Rudal Hipersonik
Senin, 22 November 2021 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
"Washington perlu berada dalam posisi di mana kita siap untuk menerima risiko yang lebih kecil dan risiko kegagalan yang lebih kecil sehingga kita dapat mempercepat proses kita," ujarnya.
Rudal hipersonik dipandang sebagai teknologi mutakhir karena hampir tidak mungkin untuk melacak dan mencegatnya karena kecepatannya yang tinggi dan kemampuannya untuk mengubah arah di tengah penerbangan.
Angkatan Darat AS berencana untuk meluncurkan rudal hipersonik jarak jauh yang diluncurkan dari darat pada akhir tahun fiskal 2023, sementara Angkatan Laut AS merencanakan rudal hipersonik yang diluncurkan dari kapal pada tahun 2025.
Angkatan Laut telah menunda penyebaran opsi peluncuran rudal canggih itu dari kapal selam dari 2025 hingga 2028 mendatang.
Sedangkan Angkatan Udara AS mengharapkan untuk memiliki rudal hipersonik yang diluncurkan dari udara pada tahun depan.
Baca juga: 9 Pesawat, Termasuk Bomber Nuklir, China Serbu ADIZ Taiwan
Rudal hipersonik dipandang sebagai teknologi mutakhir karena hampir tidak mungkin untuk melacak dan mencegatnya karena kecepatannya yang tinggi dan kemampuannya untuk mengubah arah di tengah penerbangan.
Angkatan Darat AS berencana untuk meluncurkan rudal hipersonik jarak jauh yang diluncurkan dari darat pada akhir tahun fiskal 2023, sementara Angkatan Laut AS merencanakan rudal hipersonik yang diluncurkan dari kapal pada tahun 2025.
Angkatan Laut telah menunda penyebaran opsi peluncuran rudal canggih itu dari kapal selam dari 2025 hingga 2028 mendatang.
Sedangkan Angkatan Udara AS mengharapkan untuk memiliki rudal hipersonik yang diluncurkan dari udara pada tahun depan.
Baca juga: 9 Pesawat, Termasuk Bomber Nuklir, China Serbu ADIZ Taiwan
Lihat Juga :