AS Kirim Kapal Patroli ke Laut Hitam untuk Perkuat AL Ukraina

Minggu, 21 November 2021 - 08:15 WIB
loading...
AS Kirim Kapal Patroli...
Kapal kargo yang membawa dua kapal patroli AS. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Sebuah kapal kargo besar yang membawa dua eks kapal patroli Penjaga Pantai Amerika Serikat (AS) tampak tengah transit di selat Dardanelles, Sabtu (20/11/2021). Dua kapal ini dipersiapkan untuk memperkuat Angkatan Laut Ukraina . Pengiriman dilakukan beberapa hari setelah Ukraina menyatakan kekhawatiran soal kemungkinan serangan yang akan dilakukan Rusia.

Seperti dilaporkan Reuters, kapal yang membawa dua kapal patroli kelas Pulau itu berangkat dari Baltimore menuju pelabuhan Odessa di Ukraina pada 8 November. Pelaut Ukraina telah menjalani pelatihan ekstensif di kapal di AS. Sebelumnya, pada 2019, Ukraina telah mendapat dua kapal serupa.

Baca: AS Waswas Rusia Bakal Menginvasi Ukraina

Kedua kapal baru itu adalah bagian dari paket keamanan AS ke Ukraina senilai lebih dari USD2,5 miliar sejak 2014. “Paket itu dibentuk ketika Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dan separatis yang didukung Rusia merebut sebagian besar Ukraina timur,” sebut pernyataan Kedutaan Besar AS di Kiev.

AS, Ukraina, dan NATO menuduh Rusia mengancam perilaku terhadap Kiev dalam beberapa pekan terakhir. Ketiganya juga menuduh Rusia telah membangun pasukannya di dekat Ukraina dengan cara yang tidak biasa.

“AS memiliki keprihatinan nyata, yang dibagikan secara luas dengan mitra di Eropa, atas kegiatan Rusia di perbatasan Ukraina, setelah Ukraina mengatakan pihaknya khawatir Rusia mungkin sedang mempersiapkan serangan,” ujar Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

Baca: Memanas, Inggris Sepakat Jual Kapal Perang dan Rudal ke Ukraina

Sementara Rusia mengaku memiliki hak untuk memindahkan pasukannya ke mana pun yang diinginkannya, di wilayahnya sendiri dan tidak berencana untuk menyerang siapa pun. Kremlin mengatakan pada bulan September bahwa NATO akan melewati garis merah Rusia jika memperluas infrastruktur militernya di Ukraina. Dan, sejak saat itu Moskow menuduh Ukraina dan NATO berperilaku tidak stabil, termasuk di Laut Hitam.

Kiev kehilangan sebagian besar kekuatan angkatan lautnya di Laut Hitam setelah aneksasi Krimea, ketika Rusia merebut sebagian besar angkatan lautnya. Sejak itu, Ukraina telah mencoba untuk membangun kembali angkatan lautnya dengan bantuan negara-negara NATO.

Baca: Tegang dengan Rusia, Turki Pasok Lebih Banyak Drone Tempur ke Ukraina

Departemen Luar Negeri AS pada musim panas ini menyetujui potensi penjualan ke Ukraina hingga 16 kapal patroli Mark VI dan peralatannya dengan perkiraan nilai USD600 juta. Ukraina, yang berusaha untuk menjadi anggota NATO, menerima kiriman besar amunisi AS pada awal tahun ini dan rudal anti-tank Javelin.

Kondisi itu memicu kritik dari Moskow, yang mengatakan pihaknya memiliki masalah keamanan yang serius tentang prospek Ukraina bergabung dengan NATO suatu hari nanti.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Gilberto Mora Ukir Sejarah,...
Gilberto Mora Ukir Sejarah, Jadi Starter Termuda di Piala Dunia 2026
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Berita Terkini
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved