Meski Fokus Lawan China, Pentagon Janji Bela Sekutu Arab Hadapi Iran

Sabtu, 20 November 2021 - 21:03 WIB
loading...
Meski Fokus Lawan China,...
Kepala Pentagon Amerika Serikat, Lloyd Austin, menjanjikan dukungan AS untuk sekutu Timur Tengahnya dalam menghadapi ancaman Iran. Foto/REUTERS
A A A
MANAMA - Pentagon berjanji untuk membela sekutu Timur Tengahnya, negara-negara Arab dan Israel, dalam menghadapi ancaman Iran. Janji dukungan ini disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa pasukan Amerika sedang dipindahkan dari Timur Tengah untuk fokus melawan China.

“Proliferasi UAV serangan satu arah Iran merupakan ancaman konstan bagi pasukan Amerika dan penghalang dalam perang melawan ISIS,” kata Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin selama konferensi keamanan regional di Bahrain pada hari Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Rahaf Al-Qunun, Feminis Murtad Arab Saudi Kini Umbar Aurat di OnlyFans

“Sistem seperti itu cenderung menonjol dalam konflik di masa depan dan mereka sudah mengancam pesawat sipil. Itu sebabnya departemen saya menjadikannya prioritas untuk mengatasi ancaman drone," lanjut Austin.

Pada konferensi Dialog Manama, Austin menyoroti preferensi pemerintahan Joe Biden untuk diplomasi daripada aksi militer, tetapi mengatakan Pentagon siap untuk mengerahkan kekuatan yang luar biasa dan mengamankan kemenangan di bagian mana pun di dunia, jika diminta untuk melakukannya.

"Kami tetap berkomitmen pada hasil diplomatik dari masalah nuklir...Jika Iran tidak mau terlibat secara serius, maka kami akan melihat semua opsi yang diperlukan untuk menjaga keamanan AS," ujarnya, merujuk pada negosiasi tidak langsung lanjutan antara AS dan Iran di Wina.

Austin meminta Teheran untuk menunjukkan komitmennya untuk memperbarui perjanjian internasional 2015 tentang program nuklirnya, yang mana AS menarik diri di bawah Presiden Donald Trump.

Pemerintahan Biden mengatakan ingin menghidupkan kembali kesepakatan itu, tetapi kedua belah pihak tidak setuju tentang bagaimana ini harus dilakukan. Biden juga menegaskan kembali tekad Washington untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sebuah ambisi yang dibantah oleh pemerintah Iran.

Menggambarkan ancaman militer Iran yang diklaim, kepala Pentagon tidak mengidentifikasi insiden spesifik apa pun. Namun pidato itu muncul beberapa minggu setelah serangan terhadap pangkalan militer yang didirikan AS di Suriah timur, yang oleh beberapa media dikaitkan dengan orang-orang Iran.

Baca juga: Gadis 16 Tahun Diperkosa 400 Pria, Dicap Kasus Paling Tragis dalam Sejarah

Lima drone kamikaze dilaporkan menghantam pangkalan Al-Tanf dekat dengan titik persimpangan Suriah dengan Irak dan Yordania pada 20 Oktober 2021. Serangan itu tidak menimbulkan korban, karena pasukan AS dievakuasi beberapa jam sebelum itu terjadi.
Teheran tidak pernah mengaku bertanggung jawab atas insiden itu dan Washington tidak pernah secara resmi menuduh Iran berada di baliknya.

Menurut sumber AS dan Israel yang dikutip oleh New York Times pada hari Jumat, serangan itu diluncurkan oleh pasukan proksi Iran sebagai pembalasan atas serangan Israel terhadap kelompok-kelompok terkait Iran di Suriah.

Austin mengunjungi Bahrain untuk meyakinkan mitra AS di Timur Tengah tentang komitmennya terhadap pertahanan mereka. Kekhawatiran atas berkurangnya perhatian AS di kawasan itu berkobar setelah penarikan dari Afghanistan pada bulan September.

Austin mengatakan dukungan dari mitra regional memungkinkan Amerika untuk melakukan evakuasi besar-besaran orang-orang dari Kabul.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved