Kekayaan Miliader AS Justru Melonjak Selama Pandemi Corona
Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:11 WIB
loading...
A
A
A
Dari mana para miliarder meraih kekayaan dalam jumlah besar di saat pandemi? Ketika pemulihan ekonomi di level rumah tangga dan pembukaan lapangan kerja tidak terjadi, pemulihan ekonomi di level pasar saham justru menjadi prioritas. Pasar saham AS cenderung meroket karena tertolong kebijakan Federal Reserve dan para bankir serta investor. Ketika pasar saham bangkit saat pandemi, sektor ekonomi masyarakat AS justru berada di titik nadir sehingga memunculkan ketidakadilan.
Bisa dilihat dari NASDAQ yang bisa mencapai transaksi tertinggi dan bisa mengalahkan Wall Street, hal itu menunjukkan kebangkitan industri teknologi AS memang menjadi andalan. Langkah darurat Bank sentral AS, Federal Reserve, juga berjanji membeli obligasi tanpa batas sehingga melihat pasar saham yang cenderung berisiko justru lebih atraktif. (Baca: Trump: Virus Corona Adalah Paling Buruk dari China)
Saham perusahaan teknologi Amazon bukan hanya bertahan, tetapi justru merangkak naik. Krisis pandemi korona membuat Amazon sebagai perusahaan paling penting. Saham Amazon mengalami kenaikan hingga 47% pada pertengahan Maret lalu. Demikian juga dialami Facebook. Perusahaan teknologi besar mampu menambahkan koleksi pendapatan dalam tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, IPS juga melakukan kajian yang sama pada awal Mei silam kalau puluhan miliarder AS berhasil mengeruk keuntungan sebanyak USD238 miliar (3.540 triliun) di tengah pandemi korona. Itu hasil dari kajian Institute for Policy Studies dalam penelitian pada 18 Maret hingga 10 April lalu. Miliarder AS juga diuntungkan selama pandemi. Kenapa? “Pada saat krisis pandemi korona, kewajiban pajak para miliarder justru menurun,” ungkap Institute for Policy Studies, dilansir Fox News. (Andika H Mustaqim)
Bisa dilihat dari NASDAQ yang bisa mencapai transaksi tertinggi dan bisa mengalahkan Wall Street, hal itu menunjukkan kebangkitan industri teknologi AS memang menjadi andalan. Langkah darurat Bank sentral AS, Federal Reserve, juga berjanji membeli obligasi tanpa batas sehingga melihat pasar saham yang cenderung berisiko justru lebih atraktif. (Baca: Trump: Virus Corona Adalah Paling Buruk dari China)
Saham perusahaan teknologi Amazon bukan hanya bertahan, tetapi justru merangkak naik. Krisis pandemi korona membuat Amazon sebagai perusahaan paling penting. Saham Amazon mengalami kenaikan hingga 47% pada pertengahan Maret lalu. Demikian juga dialami Facebook. Perusahaan teknologi besar mampu menambahkan koleksi pendapatan dalam tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, IPS juga melakukan kajian yang sama pada awal Mei silam kalau puluhan miliarder AS berhasil mengeruk keuntungan sebanyak USD238 miliar (3.540 triliun) di tengah pandemi korona. Itu hasil dari kajian Institute for Policy Studies dalam penelitian pada 18 Maret hingga 10 April lalu. Miliarder AS juga diuntungkan selama pandemi. Kenapa? “Pada saat krisis pandemi korona, kewajiban pajak para miliarder justru menurun,” ungkap Institute for Policy Studies, dilansir Fox News. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :