Ribuan Anak Afghanistan di AS Menanti Orangtua yang Tak Kunjung Datang

Senin, 15 November 2021 - 23:10 WIB
loading...
A A A
Sekarang, Mansoor lebih banyak duduk sendiri dan jarang bermain dengan anak-anak lain, kata Nilofar. Keluarga meminta hanya nama depan mereka yang dipublikasikan, untuk melindungi orang tua Mansoor dan kerabat lainnya yang masih berada di Afghanistan.

Baca: Nunggak Tagihan, Taliban Berencana Beli Listrik dari Iran

“Orangtua Mansoor kemungkinan besar menghindari ponsel karena takut dilacak oleh penguasa militan Islam yang baru,” kata Nilofar. Pada 1 November, bocah itu berbicara dengan orang tuanya untuk pertama kalinya sejak dia berpisah dari mereka pada akhir Agustus.

Mansoor termasuk di antara sekitar 1.300 anak yang dievakuasi ke AS dari Afghanistan tanpa orangtua atau wali sah mereka. Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS), yang mengawasi perawatan anak di bawah umur tanpa pendamping, angka tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Menurut para Advokat, banyak anak Afghanistan di bawah umur yang secara tidak sengaja dipisahkan dari orangtua mereka di Kabul. Situasi rumit, ditambah dengan hambatan bahasa dan kurangnya keluarga asuh yang sesuai secara budaya bagi mereka yang tidak memiliki sponsor di AS, menciptakan masalah yang rumit bagi pemerintah AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
Tom Holland Akhirnya...
Tom Holland Akhirnya Buka Suara, Akui Sudah Menikah dengan Zendaya
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
Ketika Sampah Menjadi...
Ketika Sampah Menjadi Sumber Daya, Strategi Sirkular Lippo Karawaci
Berita Terkini
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved