Gantikan Putrinya yang Tak Punya Rahim, Wanita 54 Tahun Hamil Calon Cucunya
Sabtu, 13 November 2021 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
“Kami mengenalnya secara virtual selama sembilan bulan, sebelum terbang ke sana pada September 2019 untuk bertemu langsung dengannya," katanya.
“Tak lama setelah pulang ke Australia, kami melanjutkan transfer pertama yang gagal, tetapi yang kedua berhasil dan Allison hamil pada Desember 2019," lanjut dia.
“Tetapi pada Maret 2020, dokter memberi tahu kami bahwa bayi perempuan kami tidak memiliki ginjal dan tidak dapat bertahan hidup," imbuh dia.
“Semua orang patah hati, dan setelah itu saya merasa ingin menyerah saja. Kemudian begitu pandemi dimulai, perjalanan ke luar negeri dilarang, jadi semuanya terasa tidak mungkin.”
Maree mengatakan dia sedih melihat putrinya menderita tetapi tidak pernah membayangkan dia bisa menjadi sukarelawan untuk menjadi ibu pengganti, karena dia percaya dia akan dianggap "terlalu tua" untuk hamil.
Tetapi setelah penelitian ekstensif, nasihat hukum, pemeriksaan medis dan penilaian psikologis, dokter menganggap itu mungkin.
Karena Maree sudah mengalami menopause, dia diberi obat untuk membalikkan proses dan menebalkan lapisan rahimnya untuk mempersiapkan kehamilan.
Baca juga: Rudal Hipersonik Nuklir Dark Eagle AS Diklaim Bisa Hancurkan Rusia dalam 21 Menit
Maree, ibu lima anak yang mengelola pertaniannya sendiri, mengatakan: “Saya selalu berasumsi bahwa saya terlalu tua untuk melakukan hal seperti ini, tetapi itu menunjukkan bahwa Anda selalu perlu mengajukan pertanyaan."
“Saya percaya 45 [tahun] adalah batas biasa, namun karena saya ibunya, para dokter lebih lunak," katanya.
“Saya sangat senang setelah kami melewati 20 minggu pertama, setelah itu saya benar-benar percaya diri," imbuh dia.
“Ini adalah pengalaman yang istimewa bagi saya dan saya sangat ingin dapat membantu putri saya," sambung dia.
“Saya pikir ada banyak cara orang hamil akhir-akhir ini, dan ini hanyalah pilihan lain."
“Tak lama setelah pulang ke Australia, kami melanjutkan transfer pertama yang gagal, tetapi yang kedua berhasil dan Allison hamil pada Desember 2019," lanjut dia.
“Tetapi pada Maret 2020, dokter memberi tahu kami bahwa bayi perempuan kami tidak memiliki ginjal dan tidak dapat bertahan hidup," imbuh dia.
“Semua orang patah hati, dan setelah itu saya merasa ingin menyerah saja. Kemudian begitu pandemi dimulai, perjalanan ke luar negeri dilarang, jadi semuanya terasa tidak mungkin.”
Maree mengatakan dia sedih melihat putrinya menderita tetapi tidak pernah membayangkan dia bisa menjadi sukarelawan untuk menjadi ibu pengganti, karena dia percaya dia akan dianggap "terlalu tua" untuk hamil.
Tetapi setelah penelitian ekstensif, nasihat hukum, pemeriksaan medis dan penilaian psikologis, dokter menganggap itu mungkin.
Karena Maree sudah mengalami menopause, dia diberi obat untuk membalikkan proses dan menebalkan lapisan rahimnya untuk mempersiapkan kehamilan.
Baca juga: Rudal Hipersonik Nuklir Dark Eagle AS Diklaim Bisa Hancurkan Rusia dalam 21 Menit
Maree, ibu lima anak yang mengelola pertaniannya sendiri, mengatakan: “Saya selalu berasumsi bahwa saya terlalu tua untuk melakukan hal seperti ini, tetapi itu menunjukkan bahwa Anda selalu perlu mengajukan pertanyaan."
“Saya percaya 45 [tahun] adalah batas biasa, namun karena saya ibunya, para dokter lebih lunak," katanya.
“Saya sangat senang setelah kami melewati 20 minggu pertama, setelah itu saya benar-benar percaya diri," imbuh dia.
“Ini adalah pengalaman yang istimewa bagi saya dan saya sangat ingin dapat membantu putri saya," sambung dia.
“Saya pikir ada banyak cara orang hamil akhir-akhir ini, dan ini hanyalah pilihan lain."
Lihat Juga :