Dulu Resor Bintang 5, Hotel Terapung Pertama Ini Jadi Besi Karatan di Pelabuhan Korut

Jum'at, 12 November 2021 - 14:39 WIB
loading...
A A A
Untuk mencapai hotel ini diperlukan perjalanan dua jam dengan kapal katamaran cepat, atau naik helikopter yang jauh lebih cepat dan juga lebih mahal, dengan penyesuaian inflasi USD350 per perjalanan pulang pergi.

Awalnya hotel ini cukup ramai dan menjadi impian bagi para penyelam. Bahkan non-penyelam dapat menikmati pemandangan terumbu karang yang luar biasa, berkat kapal selam khusus yang disebut The Yellow Submarine.

Namun, semua segera menjadi jelas bahwa dampak cuaca buruk terhadap para tamu telah diremehkan.

Baca juga: Misteri Kim Jong-chul, Kakak Kim Jong-un yang Terobsesi Eric Clapton

"Jika cuaca buruk dan Anda harus kembali ke kota untuk mengejar pesawat, helikopter tidak dapat terbang dan katamaran tidak dapat berlayar, sehingga menyebabkan banyak ketidaknyamanan," kata de Jong.

Menariknya, staf hotel tinggal di lantai paling atas, yang mana di hotel terapung adalah lokasi yang paling tidak diinginkan karena paling sering berayun. Menurut de Jong, staf menggunakan botol wiski kosong yang digantung di langit-langit untuk mengukur situasi laut: ketika mulai bergoyang di luar kendali, mereka tahu banyak tamu akan mabuk laut.

"Itu mungkin salah satu alasan mengapa hotel ini tidak pernah benar-benar sukses secara komersial," katanya.

Masalah lain: topan menghantam struktur hanya satu minggu sebelum pembukaan, merusak kolam air tawar yang merupakan bagian dari kompleks. Sebuah tempat pembuangan amunisi Perang Dunia II ditemukan dua mil dari hotel, membuat takut beberapa pelanggan. Selain itu tidak banyak yang bisa dilakukan di hotel itu selain menyelam atau snorkeling.

Setelah hanya satu tahun, Four Seasons Barrier Reef Resort menjadi terlalu mahal untuk dioperasionalkan, dan ditutup tanpa pernah mencapai tingkat hunian penuh.

"(Hotel) itu menghilang dengan sangat tenang," kata de Jong. "Dan (hotel) itu dijual ke sebuah perusahaan di Kota Ho Chi Minh di Vietnam, yang ingin menarik wisatawan," ungkapnya.

Pada tahun 1989 hotel terapung memulai perjalanan keduanya, kali ini 3.400 mil ke utara. Berganti nama menjadi Saigon Hotel, namun lebih dikenal sebagai "The Floater", hotel ini tetap tertambat di Sungai Saigon selama hampir satu dekade.

"(Hotel) itu menjadi sangat sukses, dan saya pikir alasannya adalah karena itu bukan di wilayah yang antah berantah, tetapi di tepi laut. (Hotel) itu mengambang, tetapi terhubung ke daratan," terang de Jong.

Namun, pada tahun 1998, The Floater kehabisan tenaga secara finansial dan ditutup. Namun alih-alih dibongkar, ia menemukan kehidupan baru yang tidak mungkin: dibeli oleh Korut untuk menarik wisatawan ke Gunung Kumgang, daerah yang indah di dekat perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel).

"Saat itu, kedua Korea sedang mencoba membangun jembatan, mereka berbicara satu sama lain. Tapi banyak hotel di Korea Utara yang tidak benar-benar ramah turis," ujar de Jong.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Setelah Bikin Marah...
Setelah Bikin Marah Kim Jong-un, Korut Sukes Tembakkan Rudal dari Kapal Perang 5.000 Ton
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Solusi Menginap Berkualitas...
Solusi Menginap Berkualitas dengan Biaya Terjangkau Mulai Rp100.000
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Bersejarah! Prancis...
Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun
Rekomendasi
Mohamed Salah Akhirnya...
Mohamed Salah Akhirnya Buka Suara Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
5 Fakta Menarik Spanyol...
5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved