Perdana Menteri Polandia Tuding Putin Dalang Krisis Migran di Perbatasan

Rabu, 10 November 2021 - 09:00 WIB
loading...
Perdana Menteri Polandia...
Ribuan migran tampak terlihat di wilayah perbatasan Polandia dan Belarusia. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki menuding Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi dalang krisis migran di perbatasan Belarusia dengan Polandia.

Mateusz Morawiecki mengatakan pemimpin otoriter Belarusia, sekutu dekat Putin, mengorkestrai krisis, tetapi "ada dalangnya di Moskow".

Sekitar 2.000 migran terjebak di perbatasan dalam kondisi suhu beku yang bisa berakibat fatal.

Baca juga: Kisah Para Dukun di Arab Saudi yang Dihukum Pancung

Pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko membantah klaim bahwa pihaknya mengirim orang-orang ke perbatasan sebagai balas dendam atas sanksi Uni Eropa (UE).

Baca juga: Keunikan Minuman Beralkohol Khas Timur Tengah yang Dijuluki Susu Singa

Rekaman video menunjukkan kerumunan orang di sisi Belarusia dari pagar perbatasan kawat berduri dengan Polandia.

Baca juga: Israel Terancam Diserang dari Lebanon, Suriah, dan Gaza dengan Ribuan Rudal Presisi

Beberapa pengungsi mencoba memaksa masuk menggunakan pemotong baut, batang pohon dan kekuatan dorongan sejumlah orang, sementara penjaga Polandia menangkis mereka dengan apa yang tampak seperti gas air mata.

Banyak dari para migran adalah laki-laki muda tetapi ada juga perempuan dan anak-anak, kebanyakan dari Timur Tengah dan Asia.

Mereka berkemah di tenda-tenda di dalam wilayah Belarusia, terjebak di antara penjaga Polandia di satu sisi, dan penjaga Belarusia di sisi lain.

Suhu semalam di perbatasan telah merosot di bawah nol derajat Celsius dan beberapa orang telah meninggal dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Berbicara pada Selasa (9/11/2021) di sesi parlemen darurat setelah mengunjungi pasukan di perbatasan, Morawiecki mengatakan, "Serangan yang dilakukan Lukashenko ini memiliki dalangnya di Moskow, dalangnya adalah Presiden Putin."

Dia menuduh para pemimpin Rusia dan Belarusia berusaha mengacaukan Uni Eropa (UE) yang bukan bagian dari kedua negara itu.

Menurut Morawiecki, cara Rusia dan Belarusia mengacaukan UE adalah dengan mengizinkan para migran melakukan perjalanan melalui Belarusia dan memasuki blok tersebut.

Morawiecki menggambarkan situasi itu sebagai, "Jenis perang baru di mana orang digunakan sebagai perisai manusia."

Dia mengatakan Polandia sedang berurusan dengan "pertunjukan panggung" yang dirancang untuk menciptakan kekacauan di Uni Eropa.

Dia menambahkan, “Ini adalah pertama kalinya dalam 30 tahun keamanan perbatasan Polandia diserang secara brutal."

Polandia telah mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan, dan memperingatkan kemungkinan eskalasi "bersenjata" karena khawatir Belarusia akan mencoba memprovokasi terjadinya insiden.

Polandia, Lithuania dan Latvia, yang semuanya merupakan bagian dari Uni Eropa, telah melihat lonjakan jumlah orang yang mencoba memasuki negara mereka secara ilegal dari Belarusia dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Selasa, Lithuania mengumumkan keadaan darurat di perbatasannya dengan Belarusia, yang akan mulai berlaku pada tengah malam.

Polandia telah melihat kedatangan paling banyak, terutama di sekitar penyeberangan perbatasan utamanya di Kuznica.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Berita Terkini
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Infografis
Rencana Menteri Israel...
Rencana Menteri Israel untuk Lenyapkan Palestina di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved