Profil Sheikh Saleh al-Thalib, Imam Masjidil Haram yang Ditangkap Arab Saudi
Rabu, 10 November 2021 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun tidak ada kritik langsung terhadap Kerajaan Arab Saudi, namun kerajaan Arab Saudi telah melonggarkan aturan mengenai kehadiran wanita di acara publik.
Baca juga: Keunikan Minuman Beralkohol Khas Timur Tengah yang Dijuluki Susu Singa
Beberapa saat setelah penangkapan Sheikh Saleh al-Thalib, akun Twitternya yang berbahasa Arab dan Inggris telah dinonaktifkan.
"Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al Thalib, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di depan umum!" tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya, @m3takl_en saat itu.
Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, "Pihak kerajaan melihat semua orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian."
"Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara, bahkan mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini tidak aman," ujar dia, yang dilansir Kamis (23/8/2018).
Baca juga: Keunikan Minuman Beralkohol Khas Timur Tengah yang Dijuluki Susu Singa
Beberapa saat setelah penangkapan Sheikh Saleh al-Thalib, akun Twitternya yang berbahasa Arab dan Inggris telah dinonaktifkan.
"Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al Thalib, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di depan umum!" tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya, @m3takl_en saat itu.
Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al Jazeera, "Pihak kerajaan melihat semua orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian."
"Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara, bahkan mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini tidak aman," ujar dia, yang dilansir Kamis (23/8/2018).
Lihat Juga :