Vlogger Kulit Hitam AS Tolak Akui George Floyd sebagai Martir

Jum'at, 05 Juni 2020 - 08:20 WIB
loading...
A A A
"Anda akan kesulitan menemukan ini di Amerika putih ... bahkan di Amerika Latin," ujarnya.

"Apa yang saya katakan bukan pembelaan untuk Derek Chauvin. Keluarga George Floyd pantas mendapatkan keadilan atas cara dia meninggal, tetapi saya juga tidak akan menerima narasi bahwa ini adalah yang terbaik yang ditawarkan komunitas kulit hitam," ucapnya.

"Untuk alasan apa pun itu telah menjadi mode selama lima atau enam tahun terakhir bagi kita untuk mengubah penjahat menjadi pahlawan dalam semalam. Itu adalah sesuatu yang saya anggap tercela," katanya.

"George Floyd bukan orang yang luar biasa. George Floyd dijunjung tinggi sebagai manusia yang luar biasa," cetusnya.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Floyd dipandang begitu tinggi pada saat kematiannya dan merinci sejarak kriminalnya.

"Semua orang berpura-pura bahwa pria ini menjalani gaya hidup heroik," katanya. "Kita melakukan hal memalukan dalam hal itu. Tidak ada yang mau mengatakan yang sebenarnya di Amerika hitam. Masalah terbesar kita adalah kita (sendiri)," ia menegaskan.

Owens mengakhiri videonya dengan menyatakan: "Saya tidak punya permintaan maaf untuk dibuat. George Floyd bukan martir saya. Dia bisa menjadi milik Anda."

Video itu telah menerima lebih dari 20.000 komentar, banyak di antaranya yang mendukung. Tetapi ada banyak orang Amerika yang tersinggung di posisinya.

"George Floyd juga tidak pernah meminta untuk menjadi martir, tetapi itu adalah kata-katanya," kata seorang netizen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Punya Usaha di Bangunan...
Punya Usaha di Bangunan Cagar Budaya? Ini Ketentuan Pengurangan PBB-P2 di Jakarta
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved