Salah Sangka, Personel Militer Estonia Tembaki Mobil Pasukan Inggris di Mali
Minggu, 07 November 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
“Itu jelas kesalahpahaman. Tetapi, konsekuensinya bisa sangat serius dengan risiko korban yang nyata. Kami sangat beruntung tidak ada yang terluka,” ujar seorang pejabat militer Inggris.
Baca: Hubungan dengan Prancis Tegang, Mali Terima 4 Helikopter dan Senjata dari Rusia
Sementara Kapten Taavi Karotamm, juru bicara Angkatan Pertahanan Estonia, mengatakan: “Pasukan Estonia yang menjaga sebuah pos kendali melepaskan tembakan ke kendaraan tak dikenal. Semua prosedur diikuti dengan benar oleh pasukan Estonia dan tidak ada personel Estonia atau sekutu yang dirugikan.”
Pasukan Estonia, yang tergabung dalam Operasi kontra-pemberontakan pimpinan Prancis bermarkas di dekat kota timur Gao. Di wilayah ini, mereka kerap mendapat serangan dari pemberontak Islam.
Sementara pasukan Inggris yang berkekuatan 300 orang yang terdiri dari pasukan pengintai kavaleri ringan telah beroperasi di wilayah tersebut. Patroli baru-baru ini terlibat dalam baku tembak dengan ISIS. Ini adalah kontak besar pertama yang melibatkan pasukan reguler Inggris sejak berakhirnya operasi tempur di Afghanistan pada tahun 2014.
Baca: Hubungan dengan Prancis Tegang, Mali Terima 4 Helikopter dan Senjata dari Rusia
Sementara Kapten Taavi Karotamm, juru bicara Angkatan Pertahanan Estonia, mengatakan: “Pasukan Estonia yang menjaga sebuah pos kendali melepaskan tembakan ke kendaraan tak dikenal. Semua prosedur diikuti dengan benar oleh pasukan Estonia dan tidak ada personel Estonia atau sekutu yang dirugikan.”
Pasukan Estonia, yang tergabung dalam Operasi kontra-pemberontakan pimpinan Prancis bermarkas di dekat kota timur Gao. Di wilayah ini, mereka kerap mendapat serangan dari pemberontak Islam.
Sementara pasukan Inggris yang berkekuatan 300 orang yang terdiri dari pasukan pengintai kavaleri ringan telah beroperasi di wilayah tersebut. Patroli baru-baru ini terlibat dalam baku tembak dengan ISIS. Ini adalah kontak besar pertama yang melibatkan pasukan reguler Inggris sejak berakhirnya operasi tempur di Afghanistan pada tahun 2014.
(esn)
Lihat Juga :