Ini 4 Senjata yang Pernah Dipakai untuk Membunuh Presiden Amerika Serikat
Jum'at, 05 November 2021 - 08:40 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Polisi Gagalkan Rencana Pembunuhan Presiden Madagaskar
Pistol British Bulldog Kaliber 44
![Ini 4 Senjata yang Pernah Dipakai untuk Membunuh Presiden Amerika Serikat]()
Presiden AS berikutnya yang menjadi korban pembunuhan adalah James Abram Garfield. Ia dilantik sebagai presiden pada 4 Maret 1881. Hanya empat bulan Garfield menduduki kursi Presiden AS. Pada 2 Juli 1881, Garfield ditembak oleh Charles J. Guiteau di stasiun Baltimore & Potomac, Washington DC.
Guiteau dua kali melepaskan tembakan. Tembakan pertama mengenai lengan kanan, dan tembakan kedua mengenai punggung Garfield. Setelah 11 minggu dalam perawatan, Garfield akhirnya menghembuskan napas terakhir karena komplikasi dan infeksi.
Guiteau menembak Garfield dengan menggunakan Pistol saku British Bulldog yang sangat populer kala itu. Pistol British Bulldog yang digunakan untuk menembak Garfield berkaliber 44. Pistol buatan Belgia itu dibeli Guiteau seharga USD10. Pistol itu tidak akurat pada jarak lebih dari 60 kaki, karena hanya memiliki pandangan depan. Guiteau berhasil berada dalam jarak 20 kaki dari presiden, sebelum menembaknya.
Pistol Revolver Kaliber 32
![Ini 4 Senjata yang Pernah Dipakai untuk Membunuh Presiden Amerika Serikat]()
Memasuki abad ke-19, tragedi pembunuhan kembali menimpa Presiden AS. Kali ini yang menjadi korban adalah Presiden AS ke-25, William McKinley, Jr. Pada 6 September 1901, ketika tengah menghadiri Pameran Pan-American di Buffalo, New York, McKinley ditembak oleh seorang anarkis bernama Leon Czolgosz Frank.
McKinley mengalami dua luka tembakan. Ia tak langsung meninggal seketika. Delapan hari setelah insiden penembakan itu, McKinley akhirnya menghembuskan napas terakhir. Czolgosz menembak McKinley dengan menggunakan pistol Revolver caliber 32. Pistol itu dibelinya tiga hari sebelum pembunuhan dari Walbridge's Hardware Store di Buffalo, diduga seharga USD4,50.
Pistol British Bulldog Kaliber 44

Presiden AS berikutnya yang menjadi korban pembunuhan adalah James Abram Garfield. Ia dilantik sebagai presiden pada 4 Maret 1881. Hanya empat bulan Garfield menduduki kursi Presiden AS. Pada 2 Juli 1881, Garfield ditembak oleh Charles J. Guiteau di stasiun Baltimore & Potomac, Washington DC.
Guiteau dua kali melepaskan tembakan. Tembakan pertama mengenai lengan kanan, dan tembakan kedua mengenai punggung Garfield. Setelah 11 minggu dalam perawatan, Garfield akhirnya menghembuskan napas terakhir karena komplikasi dan infeksi.
Guiteau menembak Garfield dengan menggunakan Pistol saku British Bulldog yang sangat populer kala itu. Pistol British Bulldog yang digunakan untuk menembak Garfield berkaliber 44. Pistol buatan Belgia itu dibeli Guiteau seharga USD10. Pistol itu tidak akurat pada jarak lebih dari 60 kaki, karena hanya memiliki pandangan depan. Guiteau berhasil berada dalam jarak 20 kaki dari presiden, sebelum menembaknya.
Pistol Revolver Kaliber 32

Memasuki abad ke-19, tragedi pembunuhan kembali menimpa Presiden AS. Kali ini yang menjadi korban adalah Presiden AS ke-25, William McKinley, Jr. Pada 6 September 1901, ketika tengah menghadiri Pameran Pan-American di Buffalo, New York, McKinley ditembak oleh seorang anarkis bernama Leon Czolgosz Frank.
McKinley mengalami dua luka tembakan. Ia tak langsung meninggal seketika. Delapan hari setelah insiden penembakan itu, McKinley akhirnya menghembuskan napas terakhir. Czolgosz menembak McKinley dengan menggunakan pistol Revolver caliber 32. Pistol itu dibelinya tiga hari sebelum pembunuhan dari Walbridge's Hardware Store di Buffalo, diduga seharga USD4,50.
Lihat Juga :