Pentagon Rilis Data Senjata Nuklir China, Beijing Menyebutnya Penuh Prasangka

Kamis, 04 November 2021 - 17:13 WIB
loading...
Pentagon Rilis Data...
Kapal selam tenaga nuklir milik China sedang dikerahkan di Laut China Selatan. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu (3/11/2021), Pentagon mengklaim China memperluas persenjataan nuklirnya lebih cepat dari yang diduga. Situasi ini membuat Beijing makin mempersempit jarak dengan Amerika Serikat (AS) terkait senjata nuklir.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China mengecam laporan Departemen Pertahanan AS tentang persenjataan nuklir China sebagai dokumen "penuh prasangka".

Dalam pernyataan pada Kamis (4/11/2021), juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin mengklaim, "Laporan yang dirilis Departemen Pertahanan AS, seperti laporan serupa sebelumnya, mengabaikan fakta…yang berkaitan dengan militer China.”

Baca juga: Bakal Punya 1.000 Hulu Ledak Nuklir, China Bikin Pentagon Waswas

Dia menambahkan, “Gedung Putih menggunakan laporan itu untuk menghebohkan pembicaraan tentang ancaman nuklir China."

Baca juga: Terungkap, Korut Bisa Produksi Lebih Banyak Uranium daripada Tingkat Sekarang

Dia mengecam AS sebagai, "Sumber ancaman nuklir terbesar di dunia."

Baca juga: Para Pemimpin Dunia yang Menjabat dalam Waktu Singkat, Nomor 1 Hanya 20 Menit

Pernyataan itu muncul setelah Pentagon pada Rabu merilis laporan tahunannya tentang perkembangan militer dan keamanan. Departemen Pertahanan AS secara khusus berpendapat China telah memperluas persenjataan nuklirnya jauh lebih cepat daripada yang diantisipasi.

Laporan tersebut menegaskan, “China berinvestasi dalam, dan memperluas jumlah platform pengiriman nuklir berbasis darat, laut, dan udara serta membangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung ekspansi besar kekuatan nuklirnya. Beijing juga sedang membangun triad nuklir.”

Menurut laporan itu, laju ekspansi nuklir China yang terus meningkat memungkinkan Beijing memiliki hingga 700 hulu ledak nuklir yang dapat dikirim pada 2027 dan 1.000 hulu ledak pada 2030, 2,5 kali lebih banyak dari yang diperkirakan tahun lalu.

Saat ini, China hanya memiliki koleksi kecil antara 200-350 hulu ledak nuklir yang cukup untuk mencegah serangan.

Beijing telah menerapkan kebijakan penggunaan pertama untuk lebih memperjelas bahwa senjata tersebut murni defensif.

Adapun laporan Pentagon, secara terpisah mencatat Angkatan Udara China (PLAAF) memperkenalkan versi baru dari pesawat pembom Xi'an H-6, H-6N pada Oktober 2019.

“Kehadiran pesawat pembom baru itu menyediakan platform untuk komponen udara sebagai triad nuklir Republik Rakyat China (RRC) yang baru lahir," ungkap laporan Pentagon.

Mengomentari laporan tersebut, seorang pejabat pertahanan AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, “Dugaan perluasan persenjataan nuklir China sangat mengkhawatirkan kami (Pentagon)."

Pejabat itu berpendapat, “Dokumen itu menimbulkan pertanyaan tentang niat mereka (China).”

Dia mendesak lebih banyak transparansi dari Beijing tentang pengembangan kekuatan nuklir China.

Tabloid China yang dikelola pemerintah Global Times, membalas laporan itu, mencatat bahwa, "Tidak ada yang tahu keakuratan angka-angka yang dikeluarkan Pentagon."

“Karena persenjataan nuklir China adalah salah satu rahasia utama negara, setiap deskripsi pembangunan tenaga nuklir China oleh Washington adalah spekulatif,” ungkap outlet berita itu.

The Global Times bersikeras menegaskan, "Apa pun yang dikatakan Washington tentang persenjataan nuklir China, kita dapat mengabaikannya."

Tabloid itu meminta Beijing untuk, "Secara dinamis mempertahankan tenaga nuklir yang diperlukan untuk memastikan keamanan nasional kita dan memastikan kredibilitas pencegahan nuklir kami untuk memberikan dukungan solid bagi keamanan nasional."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved