Disebut Ingin Pecah Negara oleh Mantan Menhan AS, Ini Respon Trump

Kamis, 04 Juni 2020 - 15:18 WIB
loading...
Disebut Ingin Pecah...
Trump mengatakan, Mattis tidak bisa bekerja dan dia sangat senang telah memecat pria yang dijuluki
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump angkat bicara mengenai kritikan yang dilontarkan mantan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis. Mattis menuduh Presiden Donald Trump berusaha memecah belah AS.

Trump melalui akun Twitternya melemparkan kritikan balik terhadap Mattis. Trump mengatakan, Mattis tidak bisa bekerja dan dia sangat senang telah memecat pria yang dijuluki "Mad Dog" tersebut.

"Mungkin satu-satunya kesamaan yang dimiliki Barack Obama dan saya adalah bahwa kami berdua mendapat kehormatan memecat Jim Mattis, Jenderal yang paling dibesar-besarkan di dunia. Saya meminta surat pengunduran dirinya dan merasa senang karenanya. Nama panggilannya adalah "Chaos", yang tidak saya sukai dan diubah menjadi "Mad Dog"," kicau Trump.

"Kekuatan utamanya bukanlah militer, tetapi pencitraan diri. Saya memberinya kehidupan baru, hal-hal yang harus dilakukan, dan pertempuran untuk menang, tetapi dia jarang "membawa pulang daging". Saya tidak suka gaya "kepemimpinan" atau banyak hal lain tentang dia, dan banyak orang lain setuju. Senang dia pergi!" sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (4/6/2020).

Sebelumnya, Mattis menyebut Trump sebagai presiden pertama yang pernah dia lihat, yang tidak mencoba menyatukan orang-orang Amerika. "Bahkan berpura-pura untuk mencoba pun tidak. Sebagai gantinya, dia mencoba memecah belah kita," ucapnya.

Dia kemudian mengkritik penggunaan kekuatan militer Trump untuk menindak aksi protes yang sedang berlangsung atas pembunuhan polisi terhadap George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata. Ia juga mengatakan Trump sedang menyiapkan "konflik palsu" antara militer dan masyarakat sipil.

Mantan bos Pentagon ini juga memberikan deskripsi pedas tentang perjalanan Trump ke gereja terdekat yang bersejarah, Senin, ketika presiden berpose dengan sebuah Alkitab. Untuk itu, polisi pun mengambil tindakan tegas untuk membersihkan Lafayette Square, di seberang Gedung Putih, dari sebagian besar demonstran yang berlangsung damai.

Mattis mengatakan, dia tidak pernah bermimpi pasukan akan diperintahkan dalam keadaan apa pun untuk melanggar hak-hak konstitusional sesama warga negara mereka. "Apalagi untuk foto aneh seorang komandan terpilih, dengan pemimpinan militer berdiri di sampingnya," kata Mattis.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Menekraf Tegaskan AI...
Menekraf Tegaskan AI Hanya Asisten, Bukan Pengganti Kreator atau Musisi
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved