Hindari Taliban, Kelompok Pertama LGBT yang Kabur dari Afghanistan Tiba di Inggris

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 14:00 WIB
loading...
A A A
Kelompok itu tiba di Inggris setelah ada intervensi dari Menteri Luar Negeri Inggris, bersama dengan dukungan dari organisasi, Rainbow Railroad dan Stonewall. Di antara kelompok tersebut adalah mahasiswa dan aktivis yang telah berulang kali membela kesetaraan bagi komunitas LGBT+ di Afghanistan dan mereka akan terus didukung oleh organisasi tersebut.

Baca: Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Pernah Dilecehkan Petugas Agama Malaysia

Kimahli Powell, Direktur Eksekutif Rainbow Railroad, mengatakan, sejak jatuhnya Kabul, Rainbow Railroad telah memimpin upaya untuk menemukan keamanan bagi LGBTQI+ Afghanistan yang menghadapi bahaya besar.

“Dalam kemitraan dengan yang lain, kami telah secara langsung memindahkan lusinan orang ke negara yang lebih aman, di mana mereka dapat menjalani kehidupan yang bebas dari penganiayaan yang diarahkan oleh negara,” ujarnya.

"Ini hanyalah awal dari upaya kami untuk membantu ratusan individu LGBTQI+ yang kami dukung di Afghanistan pindah ke tempat yang aman," lanjut Powell.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Revolusi Gen Z Pertama...
Revolusi Gen Z Pertama di Dunia yang Sukses Gulingkan Diktator
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved