Viral, Ukraina Hancurkan Persenjataan Rusia dengan Drone Tempur Turki

Kamis, 28 Oktober 2021 - 07:31 WIB
loading...
Viral, Ukraina Hancurkan...
Pasukan Ukraina menghancurkan persenjataan buatan Rusia dengan drone tempur Turki. Foto/Facebook/Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina
A A A
KIEV - Militer Ukraina menghancurkan sistem persenjataan buatan Rusia dengan unmanned combat aerial vehicle (UCAV) atau drone tempur buatan Turki bernama Bayraktar TB2. Video dari uji coba itu telah viral di media sosial.

Rekaman video itu dibagikan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina sejak hari Selasa lalu.

Itu adalah penempatan pertama drone tempur Bayraktar TB2 oleh tentara Ukraina—yang memiliki beberapa di antaranya dalam inventarisnya—untuk menghancurkan howitzer yang digunakan oleh separatis pro-Rusia di Donbass.

Baca juga: Bos Media China: Perlombaan Nuklir Itu Bodoh, Kami Mampu Lenyapkan AS dalam 1 Kali

Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah pernyataan di Facebook, yang dilansir Daily Sabah, Kamis (28/10/2021), mengatakan Bayraktar TB2 digunakan untuk pertama kalinya untuk memaksa pasukan separatis mematuhi gencatan senjata.

Pernyataan itu juga mengonfirmasi bahwa howitzer buatan Rusia telah menyebabkan satu tentara Ukraina tewas dan dua lainnya terluka.

Kremlin mengatakan pada hari Rabu bahwa kekhawatirannya tentang keputusan Turki untuk menjual pesawat tak berawak ke Ukraina sedang direalisasikan. Menurut Kremlin pesawat tak berawak Turki berisiko mengacaukan situasi di Ukraina timur.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengomentari laporan media bahwa pasukan pemerintah Ukraina telah berhasil mengerahkan drone Bayraktar TB2 buatan Turki untuk menyerang sebuah basis di Ukraina timur yang dikendalikan oleh separatis pro-Rusia.

Rusia mencaplok Semenanjung Crimea dari Ukraina pada Februari 2014, di mana Presiden Vladimir Putin secara resmi membagi wilayah itu menjadi dua subjek federal terpisah dari Federasi Rusia pada bulan berikutnya.

Turki dan AS serta Majelis Umum PBB memandang pencaplokan atau aneksasi itu sebagai tindakan ilegal.

Pertempuran antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia di Donbass telah menyebabkan lebih dari 13.000 orang tewas sejak 2014. Angka itu berdasarkan data PBB.

Wilayah itu merupakan salah satu dari beberapa sumber gesekan antara Rusia dan Ukraina.

Ukraina sebelumnya mengoperasikan drone tempur Turki, menggunakan amunisi pintar terbaru oleh raksasa pertahanan Turki lainnya; Roketsan, selama latihan militer Sea Breeze 2021 pada bulan Juni.

Baca juga: Presiden Tsai Ing-wen Percaya AS Lindungi Taiwan dari Serangan China

Tentara Ukraina, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Laut memiliki Bayraktar TB2–diproduksi oleh Baykar–dalam inventarisnya.

Bayraktar TB2 telah dijual ke beberapa negara termasuk Ukraina, Qatar, Azerbaijan dan Polandia.

Pada bulan Mei, Polandia menjadi negara anggota Uni Eropa dan NATO pertama yang memperoleh drone dari Turki.

Arab Saudi juga dikabarkan tertarik membeli drone Turki. Latvia juga mengisyaratkan bahwa itu bisa menjadi negara anggota Uni Eropa dan NATO kedua yang mengakuisisi UCAV Turki.

Albania dan Kyrgyzstan juga telah menunjukkan minat untuk mencapai kesepakatan untuk mendapatkan TB2 Bayraktar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved