Menlu AS Minta Anggota PBB Dukung Taiwan Aktif di Pergaulan Internasional, China Protes
Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:30 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Perselisihan antara China dan Amerika Serikat (AS) mengenai Taiwan kian meningkat setelah Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyerukan agar negara-negara anggota PBB mendukung Taiwan ambil bagian dalam badan-badan internasional. Beijing langsung melayangkan protes ke Washintong atas pernyataan Blinken ini.
Pada Selasa (26/10/2021), Blinken mendesak anggota PBB lainnya untuk menolak pernyataan kedaulatan mutlak China atas Taiwan. Blinken juga meminta negara anggota PBB untuk bergabung dengan AS dalam mendukung partisipasi independen Taiwan dalam organisasi internasional yang terkait dengan transportasi, kesehatan, perubahan iklim, budaya, dan pendidikan.
Baca: Bela China, Korut Kecam Dukungan AS untuk Taiwan
“Ketika komunitas internasional menghadapi sejumlah masalah kompleks dan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat penting bagi semua pemangku kepentingan untuk membantu mengatasi masalah ini,” kata Blinken, seperti dikutip dari South China Morning Post.
“Ini termasuk 24 juta orang yang tinggal di Taiwan. Partisipasi bermakna Taiwan dalam sistem PBB bukanlah masalah politik, tetapi masalah pragmatis,” lanjutnya.
Dia mencatat bahwa Taiwan telah dicegah untuk berpartisipasi dalam pertemuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, meskipun menjadi pusat transit utama dan Organisasi Kesehatan Dunia. Dan, meski Taiwan telah menerjunkan tanggapan yang efektif terhadap pandemi COVID-19.
Baca: AS Lindungi Taiwan Jika Diinvasi, China: Berhati-hatilah!
Pada Selasa (26/10/2021), Blinken mendesak anggota PBB lainnya untuk menolak pernyataan kedaulatan mutlak China atas Taiwan. Blinken juga meminta negara anggota PBB untuk bergabung dengan AS dalam mendukung partisipasi independen Taiwan dalam organisasi internasional yang terkait dengan transportasi, kesehatan, perubahan iklim, budaya, dan pendidikan.
Baca: Bela China, Korut Kecam Dukungan AS untuk Taiwan
“Ketika komunitas internasional menghadapi sejumlah masalah kompleks dan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat penting bagi semua pemangku kepentingan untuk membantu mengatasi masalah ini,” kata Blinken, seperti dikutip dari South China Morning Post.
“Ini termasuk 24 juta orang yang tinggal di Taiwan. Partisipasi bermakna Taiwan dalam sistem PBB bukanlah masalah politik, tetapi masalah pragmatis,” lanjutnya.
Dia mencatat bahwa Taiwan telah dicegah untuk berpartisipasi dalam pertemuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, meskipun menjadi pusat transit utama dan Organisasi Kesehatan Dunia. Dan, meski Taiwan telah menerjunkan tanggapan yang efektif terhadap pandemi COVID-19.
Baca: AS Lindungi Taiwan Jika Diinvasi, China: Berhati-hatilah!
Lihat Juga :