Bos Raytheon: AS Tertinggal Beberapa Tahun dari China dalam Teknologi Senjata Hipersonik
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:27 WIB
loading...
Kendaraan militer membawa rudal balistik hipersonik DF-17 saat parade di Beijing pada 2019. Foto/Xinhua
A
A
A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tertinggal bertahun-tahun di belakang China dalam teknologi senjata hipersonik. CEO Raytheon Technologies Corp Gregory Hayes mengungkapkan penilaian itu pada Selasa (26/10/2021).
Senjata hipersonik mampu bergerak di atmosfer dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara. Senjata itu meski terdeteksi radar, akan sulit untuk dilumpuhkan.
“Meski Pentagon memiliki sejumlah program senjata hipersonik dalam pengembangan dan AS memahami teknologinya, China telah benar-benar menerjunkan senjata hipersonik,” ungkap CEO Raytheon Gregory Hayes dalam wawancara di acara “Balance of Power With David Westin” Bloomberg Television.
Baca juga: Skandal atau Ceroboh? 2.000 Senjata Api Militer AS Dicuri selama 2010
Dia menegaskan, “Setidaknya kita tertinggal beberapa tahun.”
Baca juga: Pentagon Bilang Semua Oke-oke Saja, Prajurit Bilang Tak Siap Bertempur Malam Ini
Senjata hipersonik mampu bergerak di atmosfer dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara. Senjata itu meski terdeteksi radar, akan sulit untuk dilumpuhkan.
“Meski Pentagon memiliki sejumlah program senjata hipersonik dalam pengembangan dan AS memahami teknologinya, China telah benar-benar menerjunkan senjata hipersonik,” ungkap CEO Raytheon Gregory Hayes dalam wawancara di acara “Balance of Power With David Westin” Bloomberg Television.
Baca juga: Skandal atau Ceroboh? 2.000 Senjata Api Militer AS Dicuri selama 2010
Dia menegaskan, “Setidaknya kita tertinggal beberapa tahun.”
Baca juga: Pentagon Bilang Semua Oke-oke Saja, Prajurit Bilang Tak Siap Bertempur Malam Ini
Lihat Juga :