Bayi Afghanistan Dijual Rp7 Juta oleh Keluarganya yang Kelaparan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 00:47 WIB
loading...
Bayi perempuan di Afghanistan dijual oleh keluarganya yang kelaparan. Foto/BBC
A
A
A
KABUL - Seorang bayi perempuan telah dijual seharga USD500 (lebih dari Rp7 juta) oleh keluarganya yang kelaparan di Afghanistan .
Sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021, Afghanistan telah menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, di mana negara tersebut mengalami penurunan tajam dalam situasi tersebut.
Baca juga: Bawa Jet F-35, Kapal Induk Nuklir AS Carl Vinson Kembali ke Laut China Selatan
Ibu dari bayi perempuan yang dijual berkata, “Anak-anak saya yang lain sekarat karena kelaparan jadi kami harus menjual putri saya”.
"Saya berharap saya tidak harus menjual putri saya," lanjut dia, seperti dikutip BBC, Selasa (26/10/2021) tanpa menyebutkan namanya.
Ayah gadis itu biasa memulung sampah, tetapi itu pun sekarang tidak menghasilkan apa-apa baginya. “Kami kelaparan. Saat ini kami tidak memiliki tepung, tidak ada minyak di rumah. Kami tidak punya apa-apa," katanya.
Ditanya bagaimana nasib putrinya, dia berkata, “Putri saya tidak tahu seperti apa masa depannya. Saya tidak tahu bagaimana perasaannya tentang hal itu. Tapi saya harus melakukannya.”
Sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021, Afghanistan telah menghadapi krisis kemanusiaan terbesar di dunia, di mana negara tersebut mengalami penurunan tajam dalam situasi tersebut.
Baca juga: Bawa Jet F-35, Kapal Induk Nuklir AS Carl Vinson Kembali ke Laut China Selatan
Ibu dari bayi perempuan yang dijual berkata, “Anak-anak saya yang lain sekarat karena kelaparan jadi kami harus menjual putri saya”.
"Saya berharap saya tidak harus menjual putri saya," lanjut dia, seperti dikutip BBC, Selasa (26/10/2021) tanpa menyebutkan namanya.
Ayah gadis itu biasa memulung sampah, tetapi itu pun sekarang tidak menghasilkan apa-apa baginya. “Kami kelaparan. Saat ini kami tidak memiliki tepung, tidak ada minyak di rumah. Kami tidak punya apa-apa," katanya.
Ditanya bagaimana nasib putrinya, dia berkata, “Putri saya tidak tahu seperti apa masa depannya. Saya tidak tahu bagaimana perasaannya tentang hal itu. Tapi saya harus melakukannya.”
Lihat Juga :