Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total

Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:23 WIB
loading...
A A A
Pemerintahan Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 2018 berdasarkan klaim yang tidak berdasar bahwa Iran diam-diam melanggarnya.

JCPOA secara tajam membatasi kualitas dan kuantitas uranium yang dapat diperkaya Iran, mengizinkan sejumlah kecil uranium untuk beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir dan penelitian medis.

Namun, setelah langkah AS, yang mengembalikan sanksi ekonomi yang merusak dan memperburuk pandemi COVID-19 di Iran, Teheran mulai mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan itu.

Pada Senin, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran telah mulai memperluas pengayaan uraniumnya di pabrik pengayaan bahan bakar Natanz di luar batas yang ditetapkan sendiri sebesar 20%.

Meski demikian, IAEA mencatat Iran tidak benar-benar menyimpan uranium pengayaan yang lebih tinggi.

Membuat bom nuklir membutuhkan kemurnian uranium lebih dari 90%. Teheran bersumpah tidak menginginkan senjata nuklir dan menyangkal tuduhan Iran akan membuatnya.

Bulan lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan, "pendekatan AS saat ini untuk mengembalikan program nuklir Iran ke dalam kotak" adalah sesuatu yang dia "terima", mengacu pada pembicaraan Wina.

Dia mengharapkan Washington memiliki " Rencana B” jika mereka gagal. Dia secara tidak langsung menyebut serangan sepihak oleh Israel sebagai “Rencana C.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Putri Thailand Bajrakitiyabha...
Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia usai Koma 3 Tahun
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna...
WorldSBK 2026 Seri Emilia-Romagna Tayang Live di VISION+
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved