Eks Mata-mata: Mohammed bin Salman Sesumbar Ingin Bunuh Raja Arab Saudi pada 2014

Senin, 25 Oktober 2021 - 09:24 WIB
loading...
Eks Mata-mata: Mohammed...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diklaim ingin bunuh Raja Arab Saudi, Abdullah, pada 2014. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Seorang mantan pejabat tinggi badan intelijen Arab Saudi mengatakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) pada 2014 pernah sesumbar padanya bahwa diaingin membunuh raja Arab Saudi. Saat itu, rajanya adalah Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud.

Saad al-Jabri, yang terlibat dalam upaya kontraterorisme di Arab Saudi bersama Amerika Serikat (AS) membuat klaim tentang MBS dalam sebuah wawancara dengan CBS News dalam program “60 Minutes” yang ditayangkan hari Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Cerita Gairah Seks Raja Juan Carlos Meledak-ledak, Tiduri Hampir 5.000 Wanita

Al-Jabri tidak memberikan bukti atas klaimnya itu. Dia saat ini tinggal di pengasingan di Kanada.

Menurutnya, Pangeran MBS pada 2014 tidak memegang peran senior dalam pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Namun, MBS menjabat sebagai penjaga gerbang istana kerajaan ayahnya, Salman bin Abdulaziz al-Saud, ketika ayahnya masih berstatus sebagai putra mahkota.

Raja Salman naik takhta pada Januari 2015 setelah saudara tirinya, Raja Abdullah, meninggal dunia.

Al-Jabri menggunakan kesempatan wawancara itu untuk memperingatkan Pangeran MBS bahwa dia merekam video yang mengungkapkan lebih banyak rahasia kerajaan dan beberapa rahasia Amerika Serikat.

Sebuah klip pendek tanpa suara diperlihatkan kepada koresponden “60 Minutes”, Scott Pelley. Video itu, kata al-Jabri, bisa dirilis jika dia terbunuh.

Ini adalah upaya terbaru oleh mantan pejabat kontraterorisme Arab Saudi untuk mencoba menekan Putra Mahkota MBS yang berusia 36 tahun, yang menurut keluarga al-Jabri telah menahan dua anak dewasa al-Jabri dan menggunakan mereka sebagai pion untuk memaksa ayah mereka kembali ke Arab Saudi.

Jika kembali ke Arab Saudi, al-Jabri menghadapi kemungkinan penindasan, pemenjaraan atau tahanan rumah seperti mantan atasannya; menteri dalam negeri yang pernah berkuasa, Pangeran Mohammed bin Nayef, yang digulingkan dari posisinya sebagai putra mahkota oleh Pangeran MBS pada 2017.

Al-Jabri (62) mengeklaim Putra Mahkota MBS tidak akan beristirahat. "Sampai dia melihat saya mati karena dia takut akan informasi saya," katanya, yang dilansir AP, Senin (25/10/2021).

Dia menggambarkan Pangeran MBS sebagai seorang psikopat dan pembunuh.

Putra Mahkota MBS pernah memicu kecaman global setelah terungkap bahwa sejumlah anak buahnya telah membunuh jurnalis pembangkang Arab Saudi Jamal Khashoggi di dalam Konsulat Saudi di Turki pada Oktober 2018.

Setelah rekaman dari dalam konsulat dibocorkan oleh otoritas Turki, Arab Saudi mengeklaim bahwa itu adalah upaya yang dimaksudkan untuk secara paksa membawa Khashoggi kembali ke negaranya, dan itu menjadi serba salah.

Baca juga: Skandal Seks Raja Juan Carlos: Ini Deretan di Antara 5.000 Wanita yang Ditidurinya

Putra mahkota membantah mengetahui operasi itu, meskipun penilaian intelijen AS sebaliknya.

Al-Jabri mengeklaim bahwa dalam pertemuan tahun 2014 dengan Pangeran Mohammed bin Nayef, yang merupakan kepala intelijen karena menjabat menteri dalam negeri pada saat itu, MBS yang jauh lebih muda mengatakan dia bisa membunuh Raja Abdullah untuk memberi jalan bagi ayahnya naik takhta.

“Dia mengatakan kepadanya, ‘Saya ingin membunuh Raja Abdullah. Saya mendapatkan cincin racun dari Rusia. Cukup bagi saya untuk berjabat tangan dengannya dan dia akan selesai',” kata al-Jabri.

Dia mengeklaim bahwa intelijen Arab Saudi menanggapi ancaman itu dengan serius. Masalah itu, kata al-Jabri, kemudian ditangani di internal keluarga kerajaan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
100 Jet Tempur KAAN...
100 Jet Tempur KAAN Buatan Turki Ingin Diborong oleh Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved