Assad Normalisasi Hubungan dengan Negara-negara Arab, AS Hadapi Dilema
Minggu, 24 Oktober 2021 - 20:23 WIB
loading...
Presiden Suriah Bashar al-Assad. FOTO/Reuters
A
A
A
WASHINGTON - Tanpa adanya peristiwa yang tidak terduga, para ahli berpendapat, Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak akan kehilangan kekuasaannya dalam waktu dekat. Fakta ini menggerakkan banyak negara Arab untuk menormalkan hubungan dengan pemerintah Suriah di Damaskus.
Ribuan kilometer jauhnya di Washington, DC, kebijakan Amerika Serikat (AS) tentang Suriah telah menjadi tindakan penyeimbang antara mempertahankan penolakan terhadap Assad, namun sambil tetap mengejar tujuan "realistis" di wilayah tersebut.
Baca: Pangkalan Militer AS di Suriah Dihantam Rudal
“Saya pikir, pemerintahan Biden menemukan dirinya harus menavigasi antara realitas di lapangan di seluruh wilayah dan postur prinsipnya sendiri, sehubungan dengan Assad sendiri,” kata Mona Yacoubian, penasihat senior Suriah di Institut Perdamaian Amerika Serikat, sebuah think-tank yang didanai pemerintah AS.
“Washington sedang terlibat dalam penilaian tujuan dan sasaran yang realistis,” lanjut Yacoubian, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (23/10/2021).
Ribuan kilometer jauhnya di Washington, DC, kebijakan Amerika Serikat (AS) tentang Suriah telah menjadi tindakan penyeimbang antara mempertahankan penolakan terhadap Assad, namun sambil tetap mengejar tujuan "realistis" di wilayah tersebut.
Baca: Pangkalan Militer AS di Suriah Dihantam Rudal
“Saya pikir, pemerintahan Biden menemukan dirinya harus menavigasi antara realitas di lapangan di seluruh wilayah dan postur prinsipnya sendiri, sehubungan dengan Assad sendiri,” kata Mona Yacoubian, penasihat senior Suriah di Institut Perdamaian Amerika Serikat, sebuah think-tank yang didanai pemerintah AS.
“Washington sedang terlibat dalam penilaian tujuan dan sasaran yang realistis,” lanjut Yacoubian, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (23/10/2021).
Lihat Juga :