Gembong Narkoba Terbesar dan Paling Dicari di Kolombia Ditangkap di Hutan
Minggu, 24 Oktober 2021 - 09:53 WIB
loading...
A
A
A
Operasi Osiris melibatkan lebih dari 500 anggota pasukan khusus Kolombia dan 22 helikopter.
Otoniel naik menjadi pemimpin kelompok perdagangan narkoba klan del Golfo, atau Klan Teluk, setelah menjalankan tugas sebagai gerilyawan sayap kiri dan kemudian sebagai paramiliter.
Klan del Golfo memiliki sekitar 1.200 pria bersenjata - mayoritas mantan anggota kelompok paramiliter sayap kanan - dan hadir di 10 dari 32 provinsi Kolombia.
Selain perdagangan narkoba, kata pihak berwenang, klan ini juga terlibat dalam penambangan ilegal. Pemerintah juga menuduh kelompok itu mengancam dan membunuh tokoh masyarakat di seluruh negeri.
Baca juga: Pembunuhan 2 Anak Venezuela di Kolombia Picu Pertikaian Diplomatik
Kolombia telah menawarkan hadiah hingga sekitar USD800.000 atau Rp11 miliar untuk informasi mengenai keberadaan Otoniel, sementara pemerintah AS telah memberikan hadiah sebesar USD5 juta atau sekitar Rp70 miliar untuk membantu menemukannya.
Sebelumnya pihak berwenang Kolombia meluncurkan Operasi Agamemnon pada tahun 2016 ketika mereka bekerja untuk mendekati Otoniel, membunuh dan menangkap lusinan kaki tangannya, mengejar keuangannya dan memaksanya untuk terus bergerak, menurut polisi.
Otoniel naik menjadi pemimpin kelompok perdagangan narkoba klan del Golfo, atau Klan Teluk, setelah menjalankan tugas sebagai gerilyawan sayap kiri dan kemudian sebagai paramiliter.
Klan del Golfo memiliki sekitar 1.200 pria bersenjata - mayoritas mantan anggota kelompok paramiliter sayap kanan - dan hadir di 10 dari 32 provinsi Kolombia.
Selain perdagangan narkoba, kata pihak berwenang, klan ini juga terlibat dalam penambangan ilegal. Pemerintah juga menuduh kelompok itu mengancam dan membunuh tokoh masyarakat di seluruh negeri.
Baca juga: Pembunuhan 2 Anak Venezuela di Kolombia Picu Pertikaian Diplomatik
Kolombia telah menawarkan hadiah hingga sekitar USD800.000 atau Rp11 miliar untuk informasi mengenai keberadaan Otoniel, sementara pemerintah AS telah memberikan hadiah sebesar USD5 juta atau sekitar Rp70 miliar untuk membantu menemukannya.
Sebelumnya pihak berwenang Kolombia meluncurkan Operasi Agamemnon pada tahun 2016 ketika mereka bekerja untuk mendekati Otoniel, membunuh dan menangkap lusinan kaki tangannya, mengejar keuangannya dan memaksanya untuk terus bergerak, menurut polisi.
Lihat Juga :