Tes Rudal Hipersonik Berujung Kegagalan, AS Semakin Tertinggal dari China dan Rusia

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 06:40 WIB
loading...
A A A
Pentagon telah menjadikan pengembangan senjata hipersonik sebagai salah satu prioritas utamanya, terutama karena China dan Rusia sedang bekerja untuk mengembangkan versi mereka sendiri. Kegagalan tersebut merupakan pukulan lain bagi upaya AS setelah uji coba yang gagal pada bulan April dan terjadi beberapa hari setelah China dilaporkan telah berhasil menguji kendaraan luncur hipersonik.

Selama akhir pekan lalu, Financial Times melaporkan bahwa China telah berhasil menguji kendaraan luncur hipersonik yang mampu membawa senjata nuklir. Mereka melaporkan kendaraan luncur diluncurkan dari sistem pengeboman orbital. Meskipun China membantah laporan itu, mengatakan bahwa tes itu hanya eksperimen pesawat ruang angkasa rutin .

Baca juga: Uji Coba Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, China Kejutkan AS

Para pejabat pertahanan mengatakan mereka sangat prihatin tentang China yang mengembangkan kemampuan hipersonik karena dapat memungkinkan Beijing untuk melancarkan serangan ke Kutub Selatan, menghindari pertahanan rudal AS, yang umumnya diarahkan untuk rudal yang datang dari Kutub Utara.

Di sisi lain, dua minggu lalu, Rusia mengklaim telah berhasil menguji coba rudal hipersonik yang diluncurkan dari kapal selam untuk pertama kalinya, dijuluki Tsirkon atau Zircon. Awal musim panas ini, Rusia mengatakan telah menembakkan rudal yang sama dari kapal perang.

Baca juga: Makin Hebat, Pertama Kali Rudal Hipersonik Ditembakkan dari Kapal Selam Nuklir Rusia

Namun demikian, Pentagon menegaskan pihaknya tetap berada di jalur untuk mengirimkan senjata hipersonik ofensif pada awal 2020-an, sebuah garis waktu yang tampaknya lebih mendesak dengan kemajuan teknologi hipersonik yang ditunjukkan oleh Rusia dan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved