Alasan Keamanan, Inggris Batalkan Akuisisi Kontraktor Pertahanan oleh Perusahaan AS

Selasa, 19 Oktober 2021 - 23:43 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Dokumen: Mata-mata Inggris Terlibat Pembantaian Massal PKI di Indonesia

"Kami berharap dapat terlibat dengan pemerintah Inggris. Kami berharap transaksi akan selesai pada kuartal ketiga 2022," Parker Hannifin.

Ini adalah kesepakatan kedua yang diintervensi oleh Pemerintah Inggris tahun ini. Terakhir kali mereka bersikeras untuk meninjau tawaran perusahaan ekuitas swasta AS, Advent, untuk membeli kontraktor pertahanan yang berbasis di Inggris, Ultra Electronics, yang tidak hanya memiliki kontrak Angkatan Laut Inggris, tetapi juga mendapatkan banyak pendapatan dari kontrak untuk menyediakan jet serang McDonnell Douglas AV-8B Harrier dengan peralatan pendukungnya.

Kedua kesepakatan ini muncul setelah Konsultasi Frazer-Nash - yang bekerja di bidang kapal selam nuklir dan persenjataan untuk Angkatan Laut Inggris - dijual ke grup kedirgantaraan KBR Amerika. Tren perusahaan Amerika Serikat untuk membeli kontraktor pertahanan Inggris yang menjadi pesaingnya dilaporkan telah meresahkan Downing Street.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Cari Tukang Bersih-bersih Istana Buckingham, Gajinya Rp218 Juta!
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved