Ketika Warga Negeri Kanguru Belajar Secara Daring Seni Tari, Angklung dan Gamelan Nusantara
Senin, 18 Oktober 2021 - 15:49 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, menurut Gede pelatihan tari dan gamelan secara daring memberikan pengalaman baru yang tidak kalah menariknya dengan pelatihan secara tatap muka.
Senada dengan Gede, Rubby menyatakan bahwa pelatihan angklung secara daring memberikan tantangan tersendiri.
“Angklung harus dimainkan berkelompok secara bersama. Pelatihan Angklung secara daring mensyaratkan jaringan yang stabil agar bisa menghasilkan bunyi asli yang jelas. Karena jika bunyi asli dari masing-masing angklung tidak jelas, maka akan sulit untuk menyelaraskan bunyinya. Tapi, pelatihan angklung daring ini sangat menarik meski secara teknis sedikit rumit karena panitia harus mengirimkan dulu angklungnya ke masing-masing peserta dan memastikan jaringan yang digunakan berkualitas baik,” tutur Rubby.
Sejarah angklung, kronologi kapan angklung mulai dimainkan, apakah ada waktu khusus untuk memainkan angklung, apa saja jenis-jenis angklung yang ada, dan berapa harga angklung, seluruhnya ditanyakan para peserta.
“Mereka sangat menikmati bermain angklung, bahkan mereka berminat untuk memiliki angklung sendiri,” jelas Rubby.
Menurut Najib, pelatihan daring untuk gamelan dan angklung ini merupakan inovasi pembelajaran yang menarik. Najib berharap dengan pelatihan budaya secara daring ini akan memudahkan promosi budaya secara digital.
“Pelatihan tari, gamelan dan angklung secara daring ini memungkinkan kita mempromosikan budaya Indonesia secara digital dengan lebih luas lagi. Ke depan, Kantor Atdikbud Canberra juga akan membuat tutorial bermain gamelan dan angklung secara digital sehingga mudah didistribusikan ke sekolah-sekolah maupun universitas di Australia,” pungkas Atdikbud Najib.
Senada dengan Gede, Rubby menyatakan bahwa pelatihan angklung secara daring memberikan tantangan tersendiri.
“Angklung harus dimainkan berkelompok secara bersama. Pelatihan Angklung secara daring mensyaratkan jaringan yang stabil agar bisa menghasilkan bunyi asli yang jelas. Karena jika bunyi asli dari masing-masing angklung tidak jelas, maka akan sulit untuk menyelaraskan bunyinya. Tapi, pelatihan angklung daring ini sangat menarik meski secara teknis sedikit rumit karena panitia harus mengirimkan dulu angklungnya ke masing-masing peserta dan memastikan jaringan yang digunakan berkualitas baik,” tutur Rubby.
Sejarah angklung, kronologi kapan angklung mulai dimainkan, apakah ada waktu khusus untuk memainkan angklung, apa saja jenis-jenis angklung yang ada, dan berapa harga angklung, seluruhnya ditanyakan para peserta.
“Mereka sangat menikmati bermain angklung, bahkan mereka berminat untuk memiliki angklung sendiri,” jelas Rubby.
Menurut Najib, pelatihan daring untuk gamelan dan angklung ini merupakan inovasi pembelajaran yang menarik. Najib berharap dengan pelatihan budaya secara daring ini akan memudahkan promosi budaya secara digital.
“Pelatihan tari, gamelan dan angklung secara daring ini memungkinkan kita mempromosikan budaya Indonesia secara digital dengan lebih luas lagi. Ke depan, Kantor Atdikbud Canberra juga akan membuat tutorial bermain gamelan dan angklung secara digital sehingga mudah didistribusikan ke sekolah-sekolah maupun universitas di Australia,” pungkas Atdikbud Najib.
(sya)
Lihat Juga :