Mengenal Mustafa Kemal Ataturk yang Berpotensi Jadi Nama Jalan di Jakarta

Senin, 18 Oktober 2021 - 11:23 WIB
loading...
A A A
Sebagai presiden Republik Turki yang baru dibentuk, Atatürk memprakarsai program ketat reformasi politik, ekonomi, dan budaya dengan tujuan akhir membangun negara-bangsa modern, progresif, dan sekuler. Dia membuat pendidikan dasar gratis dan wajib, membuka ribuan sekolah baru di seluruh negeri. Dia juga memperkenalkan alfabet Turki berbasis Latin, menggantikan alfabet Turki Ottoman yang lama.

Di eranya, perempuan Turki menerima hak sipil dan politik yang sama. Secara khusus, perempuan diberikan hak pilih dalam pemilihan kepala daerah melalui UU Nomor 1580 pada 3 April 1930 dan beberapa tahun kemudian, pada 1934, kaum perempuan diberikan hak pilih universal penuh.

Pemerintahannya melakukan kebijakan Turkifikasi, berusaha menciptakan bangsa yang homogen dan bersatu. Di bawah Atatürk, minoritas non-Turki ditekan untuk berbicara bahasa Turki di depan umum dan nama belakang minoritas harus diubah menjadi terjemahan Turki.

Parlemen Turki memberinya nama keluarga Atatürk pada tahun 1934, yang berarti "Bapak Turki", sebagai pengakuan atas perannya dalam membangun Republik Turki modern. Dia meninggal pada 10 November 1938 di Istana Dolmabahçe di Istanbul, pada usia 57 tahun.

Dia digantikan sebagai Presiden oleh Perdana Menteri Ismet Inönü dan dihormati dengan pemakaman kenegaraan. Makam ikoniknya di Ankara, dibangun dan dibuka pada tahun 1953, dikelilingi oleh taman yang disebut Taman Perdamaian untuk menghormati ungkapannya yang terkenal "Damai di Rumah, Damai di Dunia".

Pada tahun 1981, seratus tahun kelahiran Atatürk, ingatannya dihormati oleh PBB dan UNESCO, yang mendeklarasikannya sebagai Tahun Atatürk di Dunia dan mengadopsi Resolusi Seratus Tahun Atatürk.

PBB menggambarkannya sebagai "pemimpin perjuangan pertama melawan kolonialisme dan imperialisme" dan "pendorong yang luar biasa dari rasa saling pengertian antara orang-orang dan perdamaian yang bertahan lama antara bangsa-bangsa di dunia dan bahwa ia bekerja sepanjang hidupnya untuk pengembangan harmoni dan kerja sama antara orang-orang tanpa perbedaan.

Selama berkuasa, sekularisme dan nasionalisme Kemal Ataturk semakin menjadi-jadi. Dia pernah memerintahkan penggunaan bahasa Turki dalam berbagai aspek kehidupan dan agama, termasuk azan. Hal yang berlebihan ini yang tidak disukai komunitas muslim di di luar Turki.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Kabar Duka, Icuk Nugroho...
Kabar Duka, Icuk Nugroho Pemeran Saep di Preman Pensiun Meninggal Dunia
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved