Tragis, Inilah 11 Kepala Negara yang Dibunuh Rakyatnya Sendiri

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 08:00 WIB
loading...
A A A
Pada masa pemerintahannya terjadi peningkatan teror dan perlawanan. Nikolai II bertakhta dari 1 November 1894 hingga pengunduran dirinya secara terpaksa pada 15 Maret 1917. Dia bertakhta sejak Rusia adalah satu negara adidaya saat itu hingga militer dan ekonominya hancur.

Pada saat musim semi 1918, Nikolai diserahkan kepada Ural Soviet lokal oleh komisar Vasili Yakovlev. Nikolai II; istrinya, Alexandra Feodorovna; anaknya, Alexei, Olga, Tatiana, Maria, dan Anastasia; dokter keluarga, Evgeny Botkin; dan staf rumah tangga Alexei Trupp, Anna Demidova, dan Ivan Kharitonov, dieksekusi di dalam satu ruangan bawah tanah oleh para Bolshevik pada 17 Juli 1918.

5. Anwar Sadat

Muhammad Anwar Sadat (25 Desember 1918-6 Oktober 1981) adalah seorang politikus Mesir yang menjadi presiden Mesir ketiga, dari 15 Oktober 1970 hingga pembunuhannya oleh perwira tentara pada 6 Oktober 1981.

Tragis, Inilah 11 Kepala Negara yang Dibunuh Rakyatnya Sendiri


Anwar Sadat adalah seorang anggota senior Perwira Bebas yang menggulingkan Raja Farouk dalam Revolusi Mesir 1952, dan orang kepercayaan dekat Presiden Gamal Abdel Nasser, di mana dia mendapatkan posisi sebagai Wakil Presiden dua kali dan dia menggantikannya sebagai presiden pada 1970.

Pada 6 Oktober 1981, militan yang dipimpin Khalid Islambouli menembaki Sadat dengan senapan otomatis selama parade 6 Oktober di Kairo, hingga membunuhnya.

6. Yitzhak Rabin

Yitzhak Rabin (1 Maret 1922-4 November 1995) adalah seorang politikus dan jenderal Israel. Rabin adalah Perdana Menteri kelima Israel pada 1974-1977 dan kembali berkuasa pada 1992 hingga kematian pada 1995 oleh serangan Yigal Amir, aktivis sayap kanan yang tidak mendukung kebijakan mengenai Perjanjian Oslo.

Tragis, Inilah 11 Kepala Negara yang Dibunuh Rakyatnya Sendiri


Rabin adalah perdana menteri Israel yang pertama dilahirkan di Israel, satu-satunya perdana menteri Israel yang meninggal dan orang kedua yang meninggal dalam jabatannya setelah Levi Eshkol.

7. Saddam Husein

Saddam Husein adalah Presiden Irak pada periode 16 Juli 1979 hingga 9 April 2003, ketika tertangkap oleh pasukan koalisi yang menginvasi Irak pada 2003. Sebagai pemimpin Irak dan ketua Partai Ba'ath, dia mengambil kebijakan pan-Arabisme sekuler, modernisasi, dan sosialisme Arab.

Tragis, Inilah 11 Kepala Negara yang Dibunuh Rakyatnya Sendiri


Saddam digulingkan dalam invasi Irak 2003 yang dipimpin Amerika Serikat, dan ditangkap oleh pasukan-pasukan AS pada 13 Desember 2003. Pada 5 November 2006 Hakim Ketua Rauf Rasheed Abdel Rahman menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung atas tuduhan kejahatan terhadap umat. Pengadilan rakyatnya sendirilah yang mengeksekusinya dalam hukuman gantung.

8. Moammar Khadafi

Moammar Khadafi adalah seorang tokoh revolusi dan politikus asal Libya. Dia berkuasa di Libya sebagai Kepala Revolusioner Republik Arab Libya dari tahun 1969 hingga 1977, dan kemudian sebagai "Pemimpin dan Penuntun Revolusi" Jamahiriyah Arab Libya dari tahun 1977 hingga 2011.

Tragis, Inilah 11 Kepala Negara yang Dibunuh Rakyatnya Sendiri


Ia awalnya memperjuangkan nasionalisme dan sosialisme Arab, tetapi kemudian mengikuti ideologinya sendiri yang disebut Teori Internasional Ketiga.

Selama peristiwa kebangkitan dunia Arab pada tahun 2011, meletus unjuk rasa di Libya timur yang sarat korupsi dan pengangguran. Keadaan terus memburuk hingga Perang Saudara Libya berkecamuk, dan NATO kemudian melakukan campur tangan militer yang memihak Dewan Transisi Nasional (DTN) yang anti-Khadafi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved