Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Trump juga difavoritkan untuk menjadi calon Partai Republik berikutnya dengan peluang 45 persen. “Peluang Trump telah meningkat sepanjang tahun dan khususnya sejak peringkat jajak pendapat Biden mulai menurun musim panas ini,” kata Shaddick.
Baca: Deretan Wanita yang Pernah dan Masih Jadi Istri Donald Trump, Semuanya Mantan Model
Namun, salah satu lembaga jajak pendapat top dunia, Frank Luntz, yang telah menjadi penasihan bagi banyak presiden Partai Republik, berpandangan Trump tidak mungkin menjadi presiden lagi. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Sydney Morning Herald dan The Age, Luntz mengatakan "Dia tidak akan menang".
"Jika Trump mencalonkan diri lagi, dia akan dicalonkan oleh Partai Republik. Tetapi, dia tidak akan pernah terpilih sebagai presiden. Sebab, terlalu banyak orang yang membencinya," jelas Luntz.
“Trump adalah Republikan paling populer sejauh ini, tetapi dia tidak dapat memenangkan pemilihan umum. Sebab, pada akhirnya politik adalah tentang persona, seperti halnya tentang kebijakan, dan personanya tidak dapat diterima oleh terlalu banyak orang,” lanjut Luntz.
Baca: Deretan Wanita yang Pernah dan Masih Jadi Istri Donald Trump, Semuanya Mantan Model
Namun, salah satu lembaga jajak pendapat top dunia, Frank Luntz, yang telah menjadi penasihan bagi banyak presiden Partai Republik, berpandangan Trump tidak mungkin menjadi presiden lagi. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan The Sydney Morning Herald dan The Age, Luntz mengatakan "Dia tidak akan menang".
"Jika Trump mencalonkan diri lagi, dia akan dicalonkan oleh Partai Republik. Tetapi, dia tidak akan pernah terpilih sebagai presiden. Sebab, terlalu banyak orang yang membencinya," jelas Luntz.
“Trump adalah Republikan paling populer sejauh ini, tetapi dia tidak dapat memenangkan pemilihan umum. Sebab, pada akhirnya politik adalah tentang persona, seperti halnya tentang kebijakan, dan personanya tidak dapat diterima oleh terlalu banyak orang,” lanjut Luntz.
(esn)
Lihat Juga :