Studi Ungkap Adanya Peningkatan Pandangan Ekstrimisme dan Islamofobia di Sekolah-sekolah Inggris

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 02:05 WIB
loading...
A A A
Sekitar 96 guru diwawancarai di seluruh sekolah di Inggris dan penelitian tersebut menemukan bahwa lebih dari separuh pejabat sekolah telah menemukan atau mendengar anak-anak mengekspresikan pandangan untuk mendukung ideologi sayap kanan dengan hingga tiga perempatnya menampilkan opini Islamofobia dan misoginis.

Baca: Mau Kuliah di Universitas Top Dunia di Inggris? Daftar Beasiswa Ini

Selain itu, hampir semua siswa menggunakan bahasa rasis dengan 90 persen percaya pada konspirasi tak berdasar yang dilakukan oleh sayap kanan. Mengenai masalah mendekati subjek, guru mengungkapkan kekhawatiran mereka untuk membahas topik sensitif seperti itu karena takut siswa akan bereaksi dengan cara yang kasar secara verbal.

Menurut penelitian, seperlima dari guru yang diwawancarai tidak merasa cukup percaya diri untuk mengadakan diskusi dan debat dengan siswa tersebut yang menyatakan dukungan untuk pandangan sayap kanan, dan teori konspirasi.

Sebagai bagian dari saran yang diberikan kepada pemerintah, Institut Pendidikan, yang dijalankan oleh University College London, merekomendasikan agar sekolah memperkuat kebijakan anti-diskriminasi mereka, mempromosikan kesempatan bagi semua anak untuk mengadakan diskusi terbuka dan meningkatkan pengajaran literasi kritis untuk membantu anak memahami perbedaan antara fakta dan opini.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Trump Kumpulkan Pejabat...
Trump Kumpulkan Pejabat AS di Situation Room Gedung Putih, Bahas Serangan Dahsyat ke Iran
Rekomendasi
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved