Lavrov Kecam Tuduhan Media Inggris Soal Mata-mata Rusia Curi Formula AstraZeneca

Rabu, 13 Oktober 2021 - 07:15 WIB
loading...
Lavrov Kecam Tuduhan Media Inggris Soal Mata-mata Rusia Curi Formula AstraZeneca
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. FOTO/Reuters
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan, klaim 'tidak berdasar' yang dibuat oleh sebuah tabloid Inggris tidak akan dianggap serius. Sebelumnya, The Sun, tabloid Inggris yang populer, menuduh mata-mata Rusia telah mencuri formula vaksin Covid-19 AstraZeneca.

“Klaim pers Inggris bahwa mata-mata Rusia mencuri cetak biru untuk vaksin Oxford-AstraZeneca buatan Inggris, sangat tidak berdasar,” tegas Lavrov, seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (12/10/2021).

Baca: Indonesia Terima 245.440 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Inggris

Sebuah artikel yang tayang pada 10 Oktober lalu di The Sun, menuduh mata-mata Rusia “mencuri” formula vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZeneca. Sang mata-mata dituduh mencuri formula untuk memuluskan jalan membuat vaksin produksi Rusia, Sputnik V. The Sun sendiri mengutip sumber keamanan anonim dalam artikel pendek tersebut.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Kazakhstan, Nur-Sultan pada Selasa (12/10/2021), Lavrov mengatakan, sudah banyak tuduhan tidak berdasar yang dilayangkan kepada Rusia selama ini. “Mengenai Inggris dan mitra Barat kami lainnya, saya tidak berpikir seseorang akan menganggap serius pernyataan tidak berdasar ini,” ujar Lavrov.

Ia juga menyoroti laporan tentang efek samping dari suntikan AstraZeneca, di mana sebagian kecil orang mengalami pembekuan darah setelah menerima suntikan. “Tidak ada kasus seperti itu yang terjadi dengan Sputnik V,” kata Lavrov. "Saya pikir setiap orang yang tertarik akan menarik kesimpulan untuk diri mereka sendiri,” lanjutnya.

Baca: Indonesia Dijadwalkan Terima 600 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca dari Prancis

Perselisihan muncul ketika Inggris dan Rusia berada di sisi yang berlawanan dari kampanye vaksinasi mereka. Sekitar 85 persen orang yang berusia di atas 12 tahun telah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 di Inggris, sementara hampir 80 persen mendapatkan keduanya.

Sementara Rusia, meski bisa cepat mengembangkan dan meluncurkan vaksin Sputnik ketika pandemi melanda tahun lalu, namun baru 33 persen warga mereka yang telah divaksinasi lengkap.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Selasa, bahwa Rusia perlu mempercepat kampanye vaksinasi terhadap Covid-19 ketika negara itu mencatat 973 kematian terkait virus Corona. Ini adalah angka tertinggi kematian akibat Covid-19 di Rusia sejak dimulainya pandemi. Secara total, Rusia telah mencatat 426.361 kematian terkait virus Corona, sementara jumlah kematian di Inggris mencapai 137.763.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1731 seconds (10.101#12.26)