Akhir Tragis Penjagal Rakyat Palestina Ariel Sharon: Koma 8 Tahun, Membusuk di RS

Senin, 11 Oktober 2021 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Sebagai tokoh garis keras yang menonjol selama beberapa dekade, dia terpilih sebagai perdana menteri pada 2001.

Pada pertengahan 2005, dia mengarahkan penarikan pasukan Israel dan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza. Pada saat yang sama, Sharon mendorong puluhan ribu warga Israel pindah ke permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Dia kemudian meninggalkan Partai Likud garis kerasnya dan mendirikan Partai Kadima yang berhaluan tengah.

Dia sedang dalam perjalanan menuju pemilu ulang yang mudah ketika dia menderita stroke pada Januari 2006.

Wakilnya, Ehud Olmert, mengambil alih dan terpilih sebagai perdana menteri beberapa bulan kemudian.

Sharon dikenal sebagai manusia yang rasis dan kejam di daerah Timur Tengah. Bukan tanpa alasan predikat itu melekat pada dirinya. Sharon dituding sebagai aktor yang berada di balik serangkaian pembunuhan massal. Kisah pasang surut kehidupan Ariel Sharon banyak diungkap berbagai catatan.

Aksi sadis yang dilakukan Sharon ini dimulai saat dia menembaki penduduk Palestina di Qibya. Akibat aksi brutal di tahun 1953 ini, sebanyak 69 orang tewas. Dunia pun mengecam kebrutalan pemerintahan Sharon.

Nama Sharon tentunya sangat membekas di benak warga Palestina. Khalil Al Hayya yang merupakan pemimpin Hamas di Jalur Gaza bahkan menyebutnya sebagai penyebab kehancuran beberapa generasi di Palestina.

Khalil juga mengatakan dia dan masyarakat Palestina mengingat Sharon sebagai pembunuh, penghancur, dan penyebab penderitaan beberapa generasi di Palestina. Bahkan, akibat pembantaian 1982 pada pengungsi Lebanon menyebabkan Sharon mendapat julukan Jagal di Beirut oleh jutaan manusia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Parlemen Israel Setujui...
Parlemen Israel Setujui RUU Larang Kumandang Azan di Masjid-Masjid
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved