Taliban Tuntut Ganti Rugi Perang Afghanistan kepada Inggris

Minggu, 10 Oktober 2021 - 13:30 WIB
loading...
A A A
“Ini adalah kemarahan bagi kelompok teroris yang mengambil alih negara untuk menuntut reparasi dari negara-negara yang berperang di Afghanistan untuk mendukung pemerintah yang sah," ucap Kolonel Richard Kemp, mantan komandan pasukan Inggris di Afghanistan.

“Pemerintah Inggris seharusnya tidak berpikir untuk membayar sepeser pun kepada para pembunuh yang haus darah ini. Ini akan menjadi yang pertama dari banyak tuntutan dari rezim yang mampu membunuh, menyiksa dan menundukkan penduduk – dan mendorong negara menuju kehancuran,” tuturnya

Berita itu muncul di tengah lebih banyak kekacauan dan pertumpahan darah di Afghanistan. Pada hari Jumat seorang pembom bunuh diri ISIS menewaskan sedikitnya 50 orang di kota utara Kunduz.

Juga terungkap para diplomat bertemu dengan Taliban untuk menegosiasikan perjalanan yang aman bagi mereka yang memiliki hubungan dengan Inggris. Beberapa orang khawatir Taliban dapat menggunakannya untuk meningkatkan taruhan dalam negosiasi tunai apa pun.

Baca juga: AS dan Taliban Tatap Muka Pertama Kali sejak Amerika Hengkang dari Afghanistan

“Inggris berada dalam posisi yang sangat sulit. Saya tidak berpikir mereka harus membayar tetapi penting tidak ada negara yang membayar karena kurangnya persatuan akan dieksploitasi. Taliban sangat pintar," kata Kol Philip Ingram, mantan perwira intelijen Angkatan Darat Inggris.

“Selama evakuasi, mereka terus membuat pernyataan yang mereka tahu ingin didengar oleh pemerintah Barat," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
Trump Tuntut Ukraina...
Trump Tuntut Ukraina Bayar Kembali Rp8.184 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved