USS Renville, Veteran Tiga Perang yang Berakhir di Galangan Penghancur Kapal

Minggu, 10 Oktober 2021 - 00:30 WIB
loading...
A A A
Pada Desember 1947, USS Renville diperintahkan berlayar ke Jakarta dan menjadi kapal markas besar untuk Komisi Gencatan Senjata PBB yang merundingkan persyaratan penyelesaian antara pasukan militer Belanda dan kaum nasionalis Indonesia.

Setelah terlibat dalam tiga perang, yakni Perang Pasifik, Perang Korea, Perang Vietnam, USS Renville dikeluarkan dari Daftar Kapal Angkatan Laut AS pada 1 September 1976 dan dibuang oleh Maritime Administration (MARAD) pada 19 Februari 1982. Selanjutnya, MARAD mengadakan perjanjian dengan Farrell Lines Inc., dan C.W. Enterprises and Investments Inc.

“C.W. Enterprise and Investments terdengar seperti seorang pialang, yang pada gilirannya akan menjual kapal-kapal tersebut sebagai barang bekas kepada penawar tertinggi di Taiwan atau Korea Selatan. Saya yakin bahwa USS Renville, bersama dengan tiga kapal lainnya, dibuang di Taiwan atau Korea Selatan,” bunyi surat dari Shawn Ireland, Ship Disposal Program MARAD, tertanggal 19 Maret 2007.

Pada 23 April 1982, USS Renville diyakini melakukan pelayaran terakhirnya ke galangan penghancur kapal. USS Renville menerima satu bintang pertempuran untuk layanan Perang Dunia II, dua bintang untuk Perang Korea, dan empat bintang untuk Perang Vietnam.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved