Ratusan Hewan Aneh Bermata Tiga Bermunculan di Arizona

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 08:56 WIB
loading...
Ratusan Hewan Aneh Bermata...
Satu dari ratusan hewan aneh bermata tiga yang bermunculan di Arizona, AS. Foto/Facebook/Wupatki National Monument
A A A
WASHINGTON - Ratusan hewan aneh bermata tiga bermunculan di Arizona, Amerika Serikat (AS), setelah musim hujan lebat. Pejabat taman nasional setempat menyebut hewan itu sebagai udang dinosaurus.

Krustasea prasejarah, yang secara resmi disebut triops atau udang dinosaurus, ditemukan di bagian Monumen Nasional Wupatki sejak bulan lalu.

Baca juga: AS Akan Kirim Iron Dome Israel sebagai Tameng Rudal di Guam

Triops memiliki tiga mata, berwarna merah muda dan panjangnya hanya satu atau dua inci.

Mereka diyakini telah menetas setelah monsun atau musim hujan akhir Juli menyebabkan sebuah danau terbentuk di dalam lapangan bola seremonial monumen yang biasanya mengering.

Makhluk-makhluk itu dapat bertelur yang tetap tidak aktif selama beberapa dekade sampai ada cukup air untuk menetas.

Tidak jelas berapa lama telur yang baru menetas berada di tanah.

“Mereka memiliki adaptasi yang sangat khusus yang memungkinkan telur mereka bertahan dalam keadaan kering untuk waktu yang lama,” kata Lauren Carter, pejabat Monumen Nasional Wupatki, dalam sebuah posting Facebook, yang dilansir New York Post, Jumat (8/10/2021).

“Makhluk kecil yang tampak seperti kepiting tapal kuda ini berbaring menunggu sampai genangan air cukup lama untuk telur menetas," ujarnya.

"Kemudian mereka makan banyak, tumbuh menjadi dewasa hanya dalam waktu seminggu, berkembang biak, dan bertelur lebih banyak untuk mengulangi siklus itu," paparnya.

Baca juga: Jet Tempur Israel Bombardir Pangkalan Tiyas Suriah

Awalnya hanya tiga triops yang terlihat. Hewan ini hanya dapat hidup hingga 90 hari.

Para pejabat mengatakan tidak ada cara untuk mengetahui apakah ketiga hewan yang ditemukan awal dapat bertelur sebelum mati.

Pejabat monumen pertama kali diberitahu tentang penetasan langka setelah pengunjung melaporkan melihat apa yang mereka pikir berudu di dalam air.

Para pejabat awalnya mengira itu kodok yang muncul dari bawah tanah karena hujan lebat.

"Setelah diselidiki oleh penjaga kami menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda dan agak tidak terduga," kata Carter.

Menurut para peneliti di Central Michigan University, triops sering disebut sebagai fosil hidup karena mereka tidak benar-benar berubah sejak berevolusi lebih dari 350 juta tahun yang lalu.

Mereka dapat ditemukan di lahan basah depresi musiman di Afrika, Australia, Asia, Amerika Selatan, Eropa dan beberapa bagian Amerika Utara.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved