Hotel Trump di Washington Rugi Rp998 Miliar selama Dia Jadi Presiden

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 06:32 WIB
loading...
Hotel Trump di Washington...
Trump International Hotel milik mantan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump "sangat melebih-lebihkan" keuntungan hotelnya di Washington DC. Hal itu diungkapkan laporan penyelidikan komite Kongres AS.

Menurut komite, Trump tampaknya menyembunyikan "potensi konflik kepentingan".

Trump International Hotel rugi lebih dari USD70 juta (Rp998 miliar) selama masa jabatannya, meskipun Trump sebelumnya mengklaim telah menghasilkan USD150 juta selama waktu itu.

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Panggil Walikota Wanita Chicago Mister, Salah saat Pidato

Trump Organization telah membantah melakukan kesalahan dan menyebut laporan itu "menyesatkan".

Baca juga: PBB Tetapkan Akses ke Lingkungan Bersih sebagai Hak Asasi Manusia

Komite Pengawasan dan Reformasi Dewan Perwakilan Rakyat mengatakan, “Dokumen yang disediakan leh Administrasi Layanan Umum (GSA) yang mengawasi pengeluaran federal menunjukkan Trump telah sangat melebih-lebihkan kesehatan keuangan hotel.”

Baca juga: Disetujui PBB, Bangladesh Pindahkan 81.000 Rohingya ke Pulau Terpencil

“Kerugian memaksa perusahaan induk Trump menyuntikkan USD24 juta untuk membantu hotel yang kesulitan, yang terletak hanya beberapa blok dari Gedung Putih,” papar komite itu.

Laporan itu juga menemukan, “Trump tampaknya telah menyembunyikan potensi konflik kepentingan terkait dengan kepemilikannya atas hotel dan perannya sebagai pemberi pinjaman dan penjamin pinjaman pihak ketiga.”

“Dokumen yang baru diperoleh menunjukkan hotel tersebut menerima pembayaran sebesar USD3,7 juta dari pemerintah asing, cukup untuk menutupi 7.400 malam di hotel dengan tarif rata-rata harian,” ungkap komite tersebut.

Anggota parlemen AS mengatakan jumlah tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang potensi pelanggaran peraturan konstitusional yang bertujuan mencegah pengaruh asing terhadap pejabat federal.

Laporan pengawasan menemukan selama empat tahun pemerintahannya, Trump juga menerima "manfaat finansial yang signifikan" dari Deutsche Bank.

Komite yang dipimpin Partai Demokrat mengatakan ini memungkinkan Trump menunda pembayaran pinjaman USD170 juta selama enam tahun, dan dia tidak secara terbuka mengungkapkan manfaat ini dari bank asing saat menjadi presiden.

Anggota parlemen telah meminta dokumen tambahan dari GSA di hotel, termasuk pembayaran dan pinjaman luar negeri.

Dalam pernyataan yang dikirim ke media, Trump Organization menyebut, “Laporan itu sengaja menyesatkan, tidak bertanggung jawab dan benar-benar salah serta sebagai pelecehan politik.”

Hotel ini dibuka untuk umum pada September 2016, beberapa pekan setelah Trump menerima pencalonan presiden dari Partai Republik.

Pada 2017, Trump mengundurkan diri dari perusahaannya, dan menempatkan bisnisnya dalam kepercayaan untuk dijalankan putra-putranya.

Tetapi Kantor Etika Pemerintah mengatakan pada saat itu bahwa rencana Trump tidak "memenuhi standar" mantan presiden.

Pada 2019, pengawas internal GSA mengatakan agensi tersebut telah memilih "mengabaikan" Konstitusi ketika mengizinkan Trump Hotel tetap beroperasi setelah pemilu kemenangan Trump.

Trump Organization telah mencari pembeli untuk hotel dengan 263 kamar itu sejak 2019, tetapi sejauh ini tidak dapat menjual properti tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved