Angka Kematian Akibat Covid-19 di Inggris Mendekati 50.000

Selasa, 02 Juni 2020 - 17:45 WIB
loading...
Angka Kematian Akibat...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
LONDON - Angka kematian akibat Covid-19 di Inggris berada di ambang angka lebih dari 50 ribu. Kenyataan ini seolah mengkonfirmasi jika Inggris sebagai salah satu negara yang paling terpukul di dunia oleh pandemi yang telah merenggut sekitar 375.000 jiwa secara global.

Kantor Statistik Nasional mengatakan bahwa di Inggris dan Wales saja, hingga 22 Mei, 43.837 orang meninggal akibat Covid-19. Angka ini meningkat 2.589 pada minggu sebelumnya ketika totalnya mencapai 41.220.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (2/6/2020), tingkat kematian terus turun dan mencapai level terendah dalam tujuh minggu terakhir. Tetapi ketika diambil dengan kematian yang dicatat di Skotlandia dan Irlandia Utara serta angka NHS harian yang lebih baru menghitung kematian akibat virus Corona di rumah sakit di Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara totalnya mencapai 49.324.

Ketika kematian di panti jompo dan tempat lainnya diperhitungkan minggu lalu, jumlah kematian akibat virus Corona di Inggris kemungkinan telah menembus angka 50.000.

Korban tewas Inggris saat ini adalah yang tertinggi kedua di dunia, hanya di belakang Amerika Serikat (AS) dan lebih tinggi daripada negara-negara yang paling parah terkena dampak di Eropa macam Italia, Prancis dan Spanyol. Data itu menurut para peneliti di Universitas Johns Hopkins AS.

Sementara itu Skotlandia telah mencatat 3.779 kematian akibat virus Corona, menurut statistik yang diterbitkan oleh National Records of Scotland dan ada 705 kematian yang terkait Covid di Irlandia Utara pada tahun 2020 hingga 22 Mei, menurut Badan Statistik dan Penelitian Irlandia Utara.

Angka-angka harian terbaru terkait kematian di rumah sakit di Inggris menunjukkan ada 819 kematian akibat Covid-19 antara 23 Mei dan 1 Juni dan lebih lanjut ada 93 di Skotlandia.

Angka ONS yang terpisah, juga diterbitkan pada hari Selasa, menunjukkan jumlah kematian sementara yang didaftarkan di Inggris dan Wales pada bulan April adalah 88.153 atau dua kali lipat dibanding pada tahun 2019 dan terjadi peningkatan 38.430 kematian dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Dalam persentase, kematian akibat Covid-19 dari semua kematian di rumah perawatan menurun menjadi 32,5%, tetapi sejumlah angka juga menunjukkan jika virus terus menahan pasien dalam perawatan dengan cara yang tidak lagi menyebabkan kesulitan seperti di rumah sakit.

Jumlah kematian di rumah perawatan yang mencapai 1.289 lebih tinggi dari rata-rata lima tahun, sementara di rumah sakit jumlah kematian tercatat 24 lebih sedikit dari rata-rata lima tahun.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Penampakan Roy Suryo...
Penampakan Roy Suryo usai Ditahan: Menenteng Rompi Oranye, Enggan Komentar
Buru Puma Speedcat Ballet...
Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved