Pandora Papers Bongkar Deretan Miliarder Dunia Curangi Pajak, Termasuk Raja Abdullah

Senin, 04 Oktober 2021 - 08:18 WIB
loading...
Pandora Papers Bongkar...
Raja Abdullah II (kiri), penyanyi Shakira (tengah) dan mantan PM Inggris Tony Blair, termasuk di antara ratusan miliarder dunia yang masuk daftar Pandora Papers. Foto/REUTERS/Elizabeth Frantz/Mike Blake/Henry Nicholls
A A A
LONDON - Pandora Papers, dokumen investigasi para jurnalis, mengungkapkan deretan miliarder dunia, termasuk Raja Abdullah II dari Yordania, menggunakan perusahaan lepas pantai untuk menghindari pajak jutaan dollar Amerika Serikat.

Lebih dari 100 miliarder, 35 pemimpin dunia saat ini dan mantan, serta 300 pejabat publik, masuk dalam daftar tersebut.

Baca juga: Kartunis Nabi Muhammad, Lars Vilks, Tewas Tabrakan Mobil

Laporan itu berfokus pada para pemimpin Eropa, Timur Tengah dan Amerika Selatan, dan selebritas terkenal di dunia.

Diperoleh dari 14 lembaga perbankan luar negeri dan dianalisis oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), "Pandora Papers" mengungkapkan kecurangan keuangan ratusan miliarder dunia.

Putaran pertama informasi, yang diserahkan ke daftar pilihan outlet berita internasional dan dipelajari oleh 600 jurnalis, diterbitkan pada hari Minggu (3/10/2021).

Menurut ICIJ, Raja Abdullah II dari Yordania adalah pengguna produktif perusahaan cangkang untuk mengelola kerajaan properti globalnya.

Raja itu dilaporkan menggunakan 36 perusahaan ini dari 1995 hingga 2017 untuk membeli 14 properti mewah di Amerika Serikat (AS) dan Inggris senilai lebih dari USD106 juta.

Pengacara dari Raja Abdullah mengatakan raja menggunakan perusahaan pengganti ini untuk menjaga privasinya daripada untuk menghindari pajak.

Baca juga: China Bersumpah Hancurkan Taiwan, AS Siap Pasang Badan

Menurut "Pandora Papers", keluarga Aliyev yang berkuasa di Azerbaijan telah memperdagangkan properti Inggris senilai hampir USD500 juta dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu properti ini dijual oleh perusahaan utama milik Aliyev ke perkebunan Ratu Inggris seharga USD90 juta.

Dua pemimpin Uni Eropa disebutkan dalam kebocoran tersebut, yakni Perdana Menteri Ceko Andrej Babi yang menggunakan perusahaan investasi lepas pantai untuk mengakuisisi chateau senilai USD22 juta di Prancis Selatan. Kemudian Presiden Nicos Anastasiades dari Siprus, yang mendirikan firma hukum yang dituduh menyembunyikan kekayaan seorang miliarder Rusia.

Mantan perdana menteri Inggris Tony Blair dan istrinya Cherie juga disebutkan dalam laporan tersebut. Pasangan ini diduga telah menghindari pajak properti senilai USD422.603 ketika mereka membeli kantor London senilai USD8,8 juta yang sebagian dimiliki oleh keluarga seorang anggota parlemen terkemuka Bahrain.

Keluarga Blair tampaknya dapat menghindari pajak ini dengan membeli perusahaan induk asing yang memiliki kantor tersebut.

Daftar pemimpin sangat luas, dan juga termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati, dan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, perdana menteri Dubai dan wakil presiden Uni Emirat Arab.

Laporan itu juga menampilkan gambar Presiden Vladimir Putin di bagian depan dan tengah pada bagian pengantarnya, dan menyebut Putin hampir 50 kali dalam sebuah artikel spin-off tentang “kekayaan tersembunyi dari lingkaran dalam Putin”.

Namun, fakata bahwa presiden Rusia itu tidak muncul di file dengan namanya. Sebaliknya, laporan itu berfokus pada “teman” Putin, termasuk pengusaha miliarder Gennady Timchenko, dan perempuan yang dirumorkan sebagai pacar masa lalu Putin.

Sejumlah selebriti disebutkan dalam bocoran tersebut, termasuk bintang pop Shakira dan mantan superstar kriket Sachin Tendulkar dari India. Pengacara keduanya menekankan bahwa kepemilikan perusahaan lepas pantai mereka adalah sah dan dinyatakan kepada otoritas pajak.

Perbankan lepas pantai tidak ilegal, dan sering digunakan oleh orang kaya untuk menghindari pajak, sementara perusahaan cangkang sering digunakan untuk menjauhkan orang kaya dari kepemilikan mereka karena alasan politik atau alasan citra publik.

Namun, mekanisme seperti itu memudahkan untuk menyembunyikan keuntungan yang tidak sah dari mata penegak hukum atau regulator.

“Tidak pernah ada sesuatu dalam skala ini dan ini menunjukkan kenyataan dari apa yang dapat ditawarkan perusahaan lepas pantai untuk membantu orang menyembunyikan uang tunai yang cerdik atau menghindari pajak,” Fergus Shiel dari ICIJ mengatakan kepada BBC, Senin (4/10/2021).

“Mereka menggunakan rekening luar negeri itu, perwalian luar negeri itu, untuk membeli ratusan juta dollar properti di negara lain, dan untuk memperkaya keluarga mereka sendiri dengan mengorbankan warganya.”

Namun, kebocoran tersebut mengungkapkan status quo yang sedikit mengejutkan, terutama karena Panama Papers 2016 dan Paradise Papers 2017 menawarkan pembaca untuk melihat dunia perbankan lepas pantai.

Terlepas dari nama-nama besar yang tercantum dalam dokumen terbaru, para jurnalis di balik kebocoran tersebut tidak mengharapkan apa pun untuk berubah.

“Ketika Anda memiliki pemimpin dunia, ketika Anda memiliki politisi, ketika Anda memiliki pejabat publik, semua menggunakan kerahasiaan dan semua menggunakan dunia ini, maka saya tidak berpikir kita akan mengakhirinya,” kata Direktur ICIJ Gerard Ryle kepada The Guardian.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Roket Blue Origin Meledak...
Roket Blue Origin Meledak saat Uji Coba, Kemunduran Terbaru bagi Miliarder Jeff Bezos
Yordania Kutuk Penyitaan...
Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved