Obati Pasien Covid-19, WHO Sarankan Penggunaan Obat Ebola
Selasa, 02 Juni 2020 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Stephen Griffin dari Fakultas Kedokteran Universitas Leeds mengatakan, obat itu mungkin adalah antivirus yang paling menjanjikan untuk virus korona sejauh ini. Dia mengatakan, pasien dengan penyakit paling parah kemungkinan akan menerimanya terlebih dahulu. (Baca juga: Rusia Mulai Berikan Obat Resmi Pertama untuk Pasien Covid-19)
“Meskipun ini jelas pendekatan yang paling etis, itu juga berarti bahwa kita tidak boleh mengharapkan obat itu akan menjadi peluru ajaib,” ujar Griffin. “Kami berharap untuk meningkatkan tingkat pemulihan dan mengurangi angka kematian pasien, sesuatu yang kami harap akan bermanfaat bagi sebanyak mungkin pasien,” katanya.
Obat lain yang sedang diselidiki untuk virus korona termasuk obat malaria dan HIV, yakni hydroxychloroquine. Namun, penelitian itu telah dihentikan karena kekhawatiran akan aspek keselamatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penangguhan sementara itu merupakan tindakan pencegahan, setelah sebuah studi medis baru-baru ini menemukan obat tersebut dapat meningkatkan risiko kematian dan komplikasi irama jantung. (Andika H Mustaqim)
“Meskipun ini jelas pendekatan yang paling etis, itu juga berarti bahwa kita tidak boleh mengharapkan obat itu akan menjadi peluru ajaib,” ujar Griffin. “Kami berharap untuk meningkatkan tingkat pemulihan dan mengurangi angka kematian pasien, sesuatu yang kami harap akan bermanfaat bagi sebanyak mungkin pasien,” katanya.
Obat lain yang sedang diselidiki untuk virus korona termasuk obat malaria dan HIV, yakni hydroxychloroquine. Namun, penelitian itu telah dihentikan karena kekhawatiran akan aspek keselamatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penangguhan sementara itu merupakan tindakan pencegahan, setelah sebuah studi medis baru-baru ini menemukan obat tersebut dapat meningkatkan risiko kematian dan komplikasi irama jantung. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :