Cerita Pilu Sniper Pasukan Khusus Afghanistan Dieksekusi Taliban
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Noor, kata Shakar, mengatakan kepadanya bahwa dia telah dikeluarkan dari hotel Baron, yang digunakan oleh diplomat dan militer Inggris untuk memproses mereka yang memenuhi syarat untuk terbang ke Inggris.
Noor mengatakan melalui telepon bahwa seorang tentara Inggris mengatakan: "Ada begitu banyak orang di sini dengan paspor merah [Inggris]. Kami tidak dapat membawa lebih banyak orang dalam penerbangan. Kami tidak memiliki kapasitas apa pun."
"Itulah sebabnya mereka mengusir saya," kata Shakar, menirukan ucapan Noor sebelum dibunuh Taliban.
Lima belas hari kemudian, Noor dilacak oleh pasukan Taliban ke rumah saudara perempuannya di tepi Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan dibunuh.
Baca juga: Heboh, Pasukan Khusus AS Diserang Ninja saat Latihan
Dia ditembak tiga kali di dada dan sekali lagi saat dia terbaring di tanah oleh dua pria bersenjata dari kelompok Taliban.
Noor ditembak mati, sementara istri dan lima anaknya—yang semuanya masih di bawah sembilan tahun—berada di pintu masuk rumah.
Kementerian Pertahanan (MOD) Inggris, melalui seorang juru bicaranya, mengatakan: "Kami menyadari situasi selama Operation Pitting sangat sulit bagi semua yang terlibat, dan personel Inggris bekerja dalam situasi yang bergerak cepat dan kompleks untuk mengevakuasi ribuan orang di Kabul."
Noor mengatakan melalui telepon bahwa seorang tentara Inggris mengatakan: "Ada begitu banyak orang di sini dengan paspor merah [Inggris]. Kami tidak dapat membawa lebih banyak orang dalam penerbangan. Kami tidak memiliki kapasitas apa pun."
"Itulah sebabnya mereka mengusir saya," kata Shakar, menirukan ucapan Noor sebelum dibunuh Taliban.
Lima belas hari kemudian, Noor dilacak oleh pasukan Taliban ke rumah saudara perempuannya di tepi Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan dibunuh.
Baca juga: Heboh, Pasukan Khusus AS Diserang Ninja saat Latihan
Dia ditembak tiga kali di dada dan sekali lagi saat dia terbaring di tanah oleh dua pria bersenjata dari kelompok Taliban.
Noor ditembak mati, sementara istri dan lima anaknya—yang semuanya masih di bawah sembilan tahun—berada di pintu masuk rumah.
Kementerian Pertahanan (MOD) Inggris, melalui seorang juru bicaranya, mengatakan: "Kami menyadari situasi selama Operation Pitting sangat sulit bagi semua yang terlibat, dan personel Inggris bekerja dalam situasi yang bergerak cepat dan kompleks untuk mengevakuasi ribuan orang di Kabul."
Lihat Juga :