Penerjemah Cantik Ini Dicap Alat Putin untuk Bikin Trump Lengah
Kamis, 30 September 2021 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
“Saat pertemuan dimulai, Fiona Hill mencondongkan tubuh dan bertanya apakah saya memerhatikan penerjemah Putin, wanita berambut cokelat yang sangat menarik dengan rambut panjang, wajah cantik, dan sosok yang luar biasa,” tulis Grisham, dalam memoarnya yang dikutip The New York Times, Kamis (30/9/2021).
"Dia melanjutkan untuk memberi tahu saya bahwa dia curiga wanita itu dipilih oleh Putin secara khusus untuk mengalihkan perhatian presiden kita."
Baca juga: Mengejutkan, Misil yang Ditembakkan Korut Ternyata Rudal Hipersonik
Media Rusia kemudian mengidentifikasi penerjemah pada pertemuan itu sebagai Daria Boyarskaya dari Kementerian Luar Negeri.
Foto-fotonya telah diterbitkan oleh banyak outlet di seluruh dunia setelah publikasi teori aneh tersebut.
Hubungan Trump dengan Putin menjadi subyek histeria selama Trump menjabat sebagai presiden AS, terutama ketika badan-badan intelijen Amerika menyimpulkan bahwa Moskow telah meluncurkan kampanye untuk membantu Trump memenangkan pemilu 2016.
Osaka menjadi tuan rumah bagi salah satu dari sedikit pertemuan antara kedua pemimpin. Di KTT tersebut, kedua pemimpin bercanda tentang campur tangan pemilu dan berita palsu, di mana Trump menyarankan bahwa mereka harus “menyingkirkan” jurnalis.
"Dia melanjutkan untuk memberi tahu saya bahwa dia curiga wanita itu dipilih oleh Putin secara khusus untuk mengalihkan perhatian presiden kita."
Baca juga: Mengejutkan, Misil yang Ditembakkan Korut Ternyata Rudal Hipersonik
Media Rusia kemudian mengidentifikasi penerjemah pada pertemuan itu sebagai Daria Boyarskaya dari Kementerian Luar Negeri.
Foto-fotonya telah diterbitkan oleh banyak outlet di seluruh dunia setelah publikasi teori aneh tersebut.
Hubungan Trump dengan Putin menjadi subyek histeria selama Trump menjabat sebagai presiden AS, terutama ketika badan-badan intelijen Amerika menyimpulkan bahwa Moskow telah meluncurkan kampanye untuk membantu Trump memenangkan pemilu 2016.
Osaka menjadi tuan rumah bagi salah satu dari sedikit pertemuan antara kedua pemimpin. Di KTT tersebut, kedua pemimpin bercanda tentang campur tangan pemilu dan berita palsu, di mana Trump menyarankan bahwa mereka harus “menyingkirkan” jurnalis.
Lihat Juga :