AS Terkejut Tentara Afghanistan Dilatih 20 Tahun Runtuh dalam Sekejap

Rabu, 29 September 2021 - 08:06 WIB
loading...
A A A
“Ada serangkaian pelajaran strategis yang bisa dipetik,” kata Milley.

Partai Demokrat menyalahkan Partai Republik karena menyalahkan Biden, yang telah menjadi presiden sejak Januari, atas segala sesuatu yang salah selama 20 tahun pasukan AS berada di Afghanistan, termasuk di bawah Trump.

"Siapa pun yang mengatakan beberapa bulan terakhir gagal, tetapi semua yang sebelumnya hebat, jelas tidak memperhatikan," kata Senator Partai Demokrat Elizabeth Warren.

Sebagian besar sidang dikhususkan untuk pertanyaan Partai Republik tentang wawancara Milley dengan Bob Woodward dan wartawan lain untuk buku-buku tentang kekacauan penarikan pasukan AS bulan lalu.

Austin memuji personel AS yang membantu menerbangkan 124.000 orang dari Kabul ke luar negeri.

Tetapi Milley mengakui bahwa sementara upaya evakuasi adalah pencapaian logistik, penarikan itu adalah “kekalahan strategis” yang membuat Taliban kembali berkuasa.

Dia memperingatkan Taliban "tetap menjadi organisasi teroris" yang tidak memutuskan hubungan dengan al-Qaeda.

"Al-Qaeda yang dibentuk kembali di Afghanistan dengan aspirasi untuk menyerang Amerika Serikat adalah kemungkinan yang sangat nyata—mungkin hanya dalam waktu satu tahun," katanya.

Peringatan itu kemungkinan akan meresahkan anggota Parlemen, yang skeptis terhadap kemampuan Pentagon untuk dengan cepat menanggapi ancaman al-Qaeda dan ISIS.

Austin membela rencana untuk mengatasi ancaman kontraterorisme di masa depan dari luar negeri setelah serangan fatal pesawat tak berawak yang menewaskan 10 warga sipil Afghanistan bulan lalu.

“Operasi over-the-horizon sulit tetapi sangat mungkin. Dan intelijen yang mendukung mereka berasal dari berbagai sumber, bukan hanya sepatu bot AS di lapangan,” kata Austin.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved